Pontianak – Dukungan Pemkot Pontianak meningkatkan anggaran sebesar 33 persen untuk pelaksanaan program Keluarga Berencana (KB) di tahun 2012 mengantarkan Walikota Pontianak H Sutarmidji SH MHum menerima penghargaan berupa sertifikat “Advance Family Planning” atau program keluarga berencana.
“Penghargaan ini kami berikan karena Walikota Pontianak memberikan dukungan yang begitu besar pada bidang ini dengan menaikkan anggaran pada tahun 2012 sebesar 33 persen dari tahun 2011,” ungkap Kepala Sekretariat AFP Indonesia Mayun Pudja, Selasa (31/7) malam.
Ia menjelaskan, penghargaan serupa juga diberikan pada Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan, Anak, Masyarakat dan Keluarga Berencana (BP2AMKB) Kota Pontianak Darmanelly Rahman, untuk menyukseskan program KB di Pontianak.
Dikatakan Mayun, Kota Pontianak dijadikan proyek percontohan untuk program AFP yang dimulai sejak tahun 2009 dan mulai dioperasikan tahun 2010, yakni di Kota Pontianak, Kabupaten Bandung, Karanganyar, Karawang, dan sedang dirintis di Kabupaten Bogor.
Sementara itu, Sutarmidji mengakui dirinya berkomitmen terus mendukung menyukseskan program KB dan program AFP untuk menekan laju pertumbuhan penduduk Pontianak.
“Saya menargetkan akan meningkatkan terus anggaran untuk program KB di Pontianak, bahkan kalau memang memungkinkan akan dinaikkan sebesar 100 hingga 200 persen yang kalau dijumlahkan besarannya belum sampai Rp 1 miliar,” ujarnya sambil bercanda.
Diutarakan Midji, banyak program Pemkot Pontianak yang secara tidak langsung berperan menekan pertumbuhan penduduk, salah satunya dengan program wajib belajar hingga tingkat SMA/sederajat. “Paling tidak dengan begitu bisa memperlambat usia pernikahan bagi usia subur,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BP2AMKB Kota Pontianak Darmanelly Rahman, menyatakan capaian peserta baru program KB di Kota Pontianak terhitung sejak bulan April 2012 sebesar 68,73 persen dari sasaran yang ditetapkan. Capaian peserta baru di Kota Pontianak itu melebihi target nasional sebanyak 65 persen. “Untuk sementara, penggunaan alat kontrasepsinya di Kota Pontianak masih didominasi oleh pil, suntik, dan IUD,” katanya. (hak)

