Jelang Lebaran, Harga Pakaian Naik 100 Persen

Warga Serbu Pasar Rakyat

Khatulistiwa Plaza Pontianak
Sahirul Hakim
Aktivitas jual-beli di Kompleks Khatulistiwa Plaza

Pontianak – Tidak terasa 14 hari sudah umat Islam menjalankan ibadah puasanya. Memasuki pertengahan bulan Ramadan, masyarakat sudah mulai berburu pakaian baru.

Mafhum saja, sudah jadi tradisi setiap kali Lebaran, masyarakat selalu menggunakan sesuatu yang serbabaru, termasuk pakaian. Wajar saja, menjelang perayaan Idulfitri harga pakaian di sejumlah pusat perbelanjaan seperti Pasar Khatulistiwa Plaza, Pasar Tengah, Pasar Sudirman, dan tempat tradisional lainnya mengalami kenaikan hingga 100 persen.

“Sekarang memang belum ramai, nanti kalau sudah 7 atau 8 hari mau Lebaran pasti ramai sekali,” kata Ita, karyawan salah satu toko di Khatulistiwa Plaza Pontianak pada Rakyat Kalbar, Rabu (1/8).

Ita mengatakan, menjelang perayaan Idulfitri, pemilik toko sudah menyediakan stok dengan model baru. “Kebiasaan menjelang Lebaran, harga barang sudah pasti mengalami kenaikan. Saya juga tidak tahu mengapa bisa naik,” kilahnya.

Dijelaskannya, kalau harga baju muslim dewasa model terbaru dijual mulai harga Rp 140 ribu hingga Rp 200 ribu. Sedangkan baju muslim anak-anak dijual mulai harga Rp 50 ribu hingga Rp 80 ribu.

Sementara untuk baju jenis kaus dibanderol dengan harga termurah Rp 50 ribu dan termahal Rp 100 ribu. Untuk celana jeans, rata-rata dipatok seharga Rp 100 ribu ke atas. “Sebelum pelaksanaan Ramadan, harga pakaian sudah naik. Malah kenaikan harga tahun ini mencapai 100 persen,” ujarnya.

Terpisah, Ching Hoi, salah seorang penjual pakai muslim mengakui harga pakaian sudah mengalami kenaikan menjelang pelaksanaan Idulfitri. Kenaikan harga diikuti dengan keluarnya model pakaian terbaru, sehingga pakaian yang mengalami kenaikan tetap diserbu konsumen.

“Yang kita jual stok baru, berarti model baru. Untuk model-model lama harganya tetap. Tapi sepi peminat, makanya kita menambah stok baru untuk memenuhi permintaan konsumen. Namun harga jual tetap mahal, karena harga dari produsen sudah mahal,” ucapnya.

Dijelaskan Ching, kalau pakaian jenis kaus dan celana jeans mengalami kenaikan. Bahkan Ching mematok Rp 150 ribu untuk setiap helai celana jeans merek tidak terkenal. “Mutar-mutar ke mana saja tetap saja, harga di pasaran memang mengalami kenaikan,” katanya.

Selain itu, Andi, penjual pakaian di Pasar Sudirman mengatakan barang sejenis pakaian sudah mahal. Bahkan kenaikan sudah terjadi sebelum pelaksanaan bulan Ramadan. “Kita menjual tergantung dari agen. Kalau dari sana mahal, kita juga ikut mahal,” ujarnya.

Kendati harga yang ditawarkan lumayan tinggi, Andi mengaku penjualan tetap mengalami peningkatan. Kondisi itu terjadi karena masyarakat mempersiapkan diri menghadapi Lebaran.

“Kalau mau cari harga murah sekarang sudah payah, Pak. Semua toko menaikkan harga barang. Saya jak beli celana jeans Rp 150.000, sedangkan kemeja biasa dijual Rp 60 ribu,” kata Rudi, salah satu pengunjung Pasar Khatulistiwa Plaza Pontianak.

Rudi berharap barangnya jangan sampai mahal. Mengingat setiap kali perayaan Idulfitri barang yang dijual selalu mahal. “Coba kalau mau Lebaran harga barang pakaiannya murah ataupun stabil harganya,” ucapnya.

Senada, Siti, ditemani anaknya mengaku tidak heran harga kalau harga pakaian mahal. Karena setiap mau Lebaran pasti mahal. “Memang barangnya mahal, tapi kita tidak heran. Sudah biasa kalau menjelang Lebaran pasti mahal,” ujarnya Siti pada saat memilih pakaian untuk sang buah hati.

Kendati tetap saja, Siti berharap ketika Lebaran harga pakaian tidak naik. “Kalau yang mampu mungkin tidak masalah. Tapi bagaimana dengan masyarakat tidak mampu. Kasihan mereka mau berbelanja, barang mahal. Masalah ini juga bisa menimbulkan meningkatnya jumlah kejahatan. Ditambah lagi pekerjaan tidak ada, biasa jadi dia melakukan kejahatan,” pungkasnya.

Dari pantauan Rakyat Kalbar pada Pasar Sudirman, Pasar Tengah, dan KP, memang sudah ramai dikunjungi warga. (hak)