Putussibau, Dalam dua tahun terakhir, kemampuan SDM serta prestasi Balai Benih Ikan (BBI) Kelansin patut dibanggakan. Keberhasilan balai ini dibuktikan dengan kemampuannya memijah (mengembangbiakkan) benih ikan spesifik yang terdapat di Kapuas Hulu.
“Meskipun kita berada di daerah paling timur di Kalbar, namun kemampuan SDM BBI Kelansin tidak kalah dengan BBI lain,” ungkap Kepala Dinas Perikanan (Kadiskan) Kapuas Hulu, Abang Chairul Saleh, SH,MM, kepada Equator di sela-sela International Conference On Indonesian Island Waters, di Palembang, 17-18 November lalu.
Dikatakan Abang Chairul Saleh, keberhasilan memijah benih ikan spesifik lokal dengan menggunakan alat suntik, diantaranya, ikan jelawat pada Januari 2007 oleh Abang Zulkifli, SPi, April 2007 Ruslan, SPi, berhasil memijah ikan bawal, sementara Buchari, AMd pada Januari 2008 berhasil memijah lele. ”Yang terakhir, pada 14-21 Oktober 2008, Ismail Ramadhan, SPi, berhasil memijah ikan patin. Dengan demikian, dalam kurun waktu dua tahun ini ada empat jenis ikan spesefik lokal yang sudah berhasil dipijah. Selain empat ikan spesefis lokal ini, kita juga sudah mulai memijah ikan mas dan nila,” terang Kadiskan.
Abang Chairul menambahkan, saat ini BBI Kelansin juga sudah bisa menunjukkan prestasi teratas di antara BBI wilayah timur Kalbar. Dari sisi prestasi untuk ikan jelawat BBI Kelansin masuk urutan ketuga setelah Upis Anjungan dan SUPM. Sedangkan ikan patin masuk urutan kedua setelah Upis Anjungan. ”Prestasi dan kemampuan yang dimiliki ini berkat usaha keras Dinas Perikanan, dan mengikutsertakan staf dalam berbagai pelatihan, seperti pelatihan yang dilaksakan di Kalimantan Selatan, Jambi, Sukabumi, Cijengkol Jawa Barat serta Upis Anjungan,” imbuhnya panjang lebar.
Menurut Kadiskan, pihaknya telah melakukan pertemuan dengan Kepala UPT BBI Kelansin beserta staf yang telah menunjukan prestasi, dapat terus dipertahankan dan tetap menjaga kekompakan dalam bekerja. ”Pada tahun ini, semua keperluan benih ikan yang bersumber dari bantuan pemerintah untuk masyarakat akan disalurkan melalui BBI Kelansin, seperti ikan jelawat, nila, bawal, dan patin,” ungkapnya.
Selain itu, kata Chairul, dalam waktu dekat ini Dinas Perikanan akan mengadakan pelatihan untuk kelompok Unit Pembenihan Rakyat (UPR), pelatihan Co-Manajemen bagi pengelola danau lindung dan pelatihan untuk penyuluhan peikanan. ”Kebijakan yang kita lakukan ini, sebagai langkah dan upaya pemerintah daerah untuk mengembalikan kondisi perikanan di Kapuas Hulu seperti 20 tahun lalu, dan tentunya agar sektor perikanan kita bisa bangkit kembali, serta mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD),” pungkasnya. (wieK)
