Merebaknya SMS Pencurian Organ

Bupati: Masyarakat Tak Perlu Resah

Putussibau. Banyaknya laporan warga akan Short Message Service (SMS) yang beredar dan menyebutkan adanya tindakan pencurian organ manusia direspons Bupati Kapuas Hulu AM. Nasir. Dia meminta masyarakat agar tidak mudah percaya dan terprovokasi. “Pernyataan tersebut tidak bisa dipercayai begitu saja. Karena sumber SMS tersebut tidak bisa dipastikan pemilik nomornya. Jadi tidak ada yang bisa mempertanggungjawabkan informasi tersebut. Dan lagian kami bersama Muspida sudah berkoordinasi menyikapi persoalan ini,” kata Nasir saat membuka kompetisi.

“Itu jelas tidak benar. Saya curiga SMS itu dikirim oleh orang yang sengaja ingin merusak suasana kondusifitas di Kapuas Hulu atau di Kalbar pada umumnya,” ucap Nasir.

Mengenai isu yang tidak jelas sumbernya tersebut dia meminta sama sekali untuk tidak memercayainya.

Beberapa hari sebelumnya, isu penculikan anak dibarengi pencurian organ-organ tubuh meresahkan warga Kapuas Hulu khususnya masyarakat Putussibau. Sejumlah orangtua murid di Putussibau resah atas beredar isu tentang penculikan tersebut. Mereka mendesak kepolisian meningkatkan patroli rutin, baik di sekolah maupun pemukiman warga. “Saat ini saya punya kerjaan baru, mengantar anak, dan menunggu hingga dia pulang sekolah. Ini menyulitkan saya karena punya aktivitas lain,” ujar Wati warga Putussibau Utara.

Kabar penculikan tersebut berkembang dari SMS yang dikirim mengatasnamakan Kapolres Sambas. “Setelah dapat SMS seperti itu saya sangat kaget, antara percaya dan tidak percaya. Berita ini sudah menyebar di Putussibau, bahkan juga di Kecamatan Kalis,” kata Abang M. Isnandar, Ketua Komisi A, DPRD Kapuas Hulu menghubungi Equator kemarin.

Merebaknya SMS tersebut membuat warga khawatir terhadap keselamatan anak-anaknya termasuk dirinya dan keluarga. “Apalagi kalau masih memiliki anak kecil. Sebab dalam SMS itu, mencari korban sebanyak 400 orang mulai dari anak-anak, remaja, dan dewasa,” papar Isnandar.

Adapun pesan SMS tersebut antara lain ada yang mencari korban sebanyak 400 orang, yang akan mengambil organ tubuh manusia. Dalam SMS tersebut disebutkan juga nomor polisi mobil dan sepeda motor. Selain itu disebutkan ciri-ciri fisik dan asal penculik tersebut. Namun, SMS gelap tersebut sudah dibantah Kapolres Sambas, AKBP Winarto. Ia mengimbau masyarakat tidak terpengaruh dengan pesan singkat yang meresahkan tersebut. “Kapolres Sambas tidak pernah membuat statemen atau berita yang meresahkan tersebut,” tegas Winarto dikutip dari salah satu media lokal.

Isnandar meminta kepada pihak kepolisian untuk menetralisir isu yang berkembang di masyarakat. “Paling tidak kepolisian bisa melakukan patroli atau mempertajam fungsi intelejennya di lapangan. Karena isu ini sudah sangat meresahkan masyarakat,” kata dia.

Dihubungi terpisah Wakapolres Kapuas Hulu, Kompol Imam Riyadi mengungkapkan bahwa Polres sudah membuat surat yang dikirim kesemua polsek. Tujuannya agar semua anggota dan babinkantibmas memberikan masukan kepada masyarakat untuk tidak mendengar isu-isu tersebut. “Saya sarankan agar masyarakat tidak mendengar isu-is tersebut. Waspada sih boleh-boleh saja asal tidak berlebihan,” kata Imam. (lil)