Berkah Ramadan Bersama Anggota DPR-RI H Sukiman

H Sukiman istri memberikan bingkisan kepada anak yatim piatu
Darusalam
H Sukiman bersama istri tercintanya, memberikan bingkisan kepada anak yatim piatu di kediamannya, Jalan Paris II Kompleks Alex Griya 2, Rabu (10/8)
Pontianak
 

Keberkahan dan kenikmatan di bulan suci Ramadan 1432 H ini, tidak hanya dirasakan oleh H Sukiman, wakil rakyat Kalbar di Senayan dari Partai PAN ini. Namun dirasakan pula oleh ratusan majelis taklim, anak yatim, hingga para nelayan, dan banyak lagi masyarakat yang ada di Kalbar ini.

Karena di bulan suci umat Islam ini, anggota Komisi IV DPR-RI ini membawa hasil bagi rakyatnya di Kalbar atas apa yang diusahakannya selama ini. Baik bagi masyarakat kehutanan, pertanian, perikanan, dan kelautan, hingga masalah ketahanan pangan dan perbatasan.

Dalam silaturahmi dan buka puasa bersama di kediamannya, Jalan Paris II Kompleks Alex Griya 2, Rabu (10/8) kemarin, Sukiman memaparkan semua dana resesnya yang ke-4 tahun 2010-2011 ini akan digunakan untuk kepentingan sosial dan keagamaan.

“Bila kurang, gaji setahun pun disisihkan, sebagai sebuah komitmen saya dan rasa syukur kepada Tuhan akan nikmat yang diberikan,” kata putra asal tanah Melawi ini.

Ia mengakui reses yang dilakukan di Kalbar tidaklah cukup menjangkau semua daerah dengan masa sembilan hari.

“Untuk itu pemekaran Provinsi Kapuas Raya harus diwujudkan. Agar dapat memperpendek rentang kendali, mempercepat pelayanan dan dapat memperhatikan pertumbuhan ekonomi daerah perbatasan. Saya yakin saudara kita di perbatasan masih memiliki semangat NKRI,” harapnya.

Buka puasa yang dihadiri majelis taklim dan Panti Asuhan Aisyah Tunas Harapan dan Paujiah ini, dihadiri pula tokoh masyarakat, agama, dan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiah Kalbar Ahmad Jais, serta Ustaz H Sahrul Anwar dari Jakarta.

Hadir pula pengurus PAN dan anggota DPR Kota dan Provinsi dari PAN.

Selain di kediamannya, Sukiman juga melakukan silaturahmi kepada masyarakat nelayan. “Saya tetap perjuangkan nasib nelayan. Bahkan menteri saya pinta supaya Kalbar jadi perhatian. Seperti bantuan alat nelayan seperti kita telah realisasikan delapan buah kapal tangkap bagi nelayan di pesisir dan alat-alat tangkap ikan, pelabuhan nelayan dapat diperjuangkan seperti di Telok Batang, Mempawah, dan lainnya,” papar Sukiman.

Begitu juga bantuan sapi bagi pondok pesantren. “Saat ini kita mampu bertahap. Sama dengan bantuan bagi masyarakat pertanian, karena Kalbar sangatlah luas untuk areal pertanian. Kita usahakan Kalbar menjadi lumbung beras sendiri, tidak perlu impor lagi. Tentu dengan harapan Bulog dapat mengontrol harga dan stok beras yang ada,’ pinta Sukiman.

Selain itu Sukiman juga mengunjungi Yayasan Pondok Pesantren Darussalam hingga ponpes di Singkawang. Dilanjutkan ke Kabupaten Landak, Sanggau, Keraton Sintang, terakhir Melawi. (lam/biz)