Anton Medan Bangun Pesantren di Sambas

H Anton Medan di Masjid Jami Al-Huda Kecamatan Sebawi
H Anton Medan memberikan tausiyah di hadapan ratusan masyarakat Desa Sempalai Sebedang di Masjid Jami Al-Huda Kecamatan Sebawi

“Jika Allah mengizinkan, saya akan membangun pesantren di Kabupaten Sambas, di tanah pribadi saya seluas 22 hektare, yang saya beli 7 tahun lalu.”

Sebawi – Tan Kok Liong atau lebih dikenal sebagai H Anton Medan berencana membangun pesantren di Kabupaten Sambas. Lahan seluas 22 hektare pun telah dibelinya sejak tujuh tahun silam.

Keinginan itu disampaikannya saat menghadiri Maulid Nabi Muhammad SAW 1433 Hijriah di Masjid Jami Al-Huda Desa Sempalai, Kecamatan Sebawi, Kamis (2/2). Kehadiran H Anton Medan didampingi Ketua Persaudaraan Imam Tauhid Indonesia (PITI) Kalbar H Amin Andika disambut antusias masyarakat.

Ia mengaku kagum dengan Kabupaten Sambas. Sejak Bupati Sambas dipimpin Ir H Burhanuddin A Rasyid hingga sudah digantikan dr Hj Juliarti Djuhardi Alwi MPH, ia sudah sering ke Sambas. “Mudah-mudahan diizinkan Allah, saya akan bangun pesantren di Sambas,” kata Anton disambut tepuk tangan jemaah Masjid Jami Al-Huda.

Dalam tausiyahnya, Tan Kok Liong mengajak umat muslim Kabupaten Sambas memajukan syiar Islam. Caranya dengan bekerja keras untuk memajukan umat. “Kita akan maju jika bekerja keras, jangan usai Salat Subuh langsung tidur kembali ataupun santai di warung kopi, ini kebiasaan. Upayakanlah bekerja dan berzakat,” seloroh pria kelahiran Tebing Tinggi 1957 disambut tawa ratusan jemaah yang hadir.

Selain mengajak bekerja keras, Anton juga mengajak umat muslim menimba ilmu setinggi-tingginya, karena ilmu tidak ada batasnya dan tidak ada habisnya. Walaupun di dalam penjara, tegasnya, kita masih bisa menuntut ilmu.

“Kenapa? Karena ilmu tidak bisa dibatasi, walaupun oleh tembok penjara yang tinggi,” ujarnya di hadapan Bupati dan Wakil Bupati Sambas, Penasihat PITI Kabupaten Sambas Ir H Burhanuddin A Rasyid, Ketua PITI Sambas, dan pejabat di lingkungan Pemkab Sambas.

Ia menceritakan, dulu ia seorang penjahat. Bahkan sebutnya, boleh dikatakan bajingan tengik, keluar-masuk penjara karena merampok sudah biasa. Namun, di dalam penjara ia terus menimba ilmu, karena penjara merupakan perguruan tinggi terbaik di dunia untuk belajar.

“Dari penjara inilah saya bisa maju seperti sekarang ini,” ucap Anton Medan yang berganti nama menjadi H Mohammad Ramdhan Effendi.

Di tempat yang sama, Bupati Sambas dr Hj Juliarti Djuhardi Alwi MPH mengungkapkan rasa gembiranya, karena acara Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan masyarakat Desa Sempalai, Kecamatan Sebawi dihadiri H Anton Medan.

“Mudah-mudahan apa yang disampaikan Ustaz Anton Medan bermanfaat bagi masyarakat, agar bekerja keras dan menimba ilmu dalam memajukan pendidikannya,” harapnya.

Sebagai umat muslim, lanjutnya, harus memahami Islam yang sebenarnya. Makanya, kita harus bersama-sama menciptakan umat Islam yang berkualitas di Kabupaten Sambas yang memiliki akhlak mulia.

“Dengan kebersamaan, insya Allah kita dapat menciptakan umat muslim yang berkualitas, seperti Visi dan Misi Pemkab Sambas, yaitu religius,” ungkap Juliarti dalam acara yang ditutup dengan doa dipimpin Wakil Bupati Sambas dr Pabali Musa MAg. (edo)