Sanggau – Beberapa waktu ke depan, Desa Binjai, Tayan Hulu, Sanggau bisa diandalkan menjadi salah satu penghasil kerajinan tangan warga di Bumi Dara Nante (julukan Sanggau), khususnya kerajinan tangan berbahan baku dari kapuak (kulit kayu).
Terkait dengan mutu, kerajinan tangan berbahan baku kapuak ini tidak kalah jauh nilai dengan hasil produk kerajinan tangan lainnya.
Wakil Bupati Sanggau Paolus Hadi SIp MSi sempat memuji kreativitas ibu-ibu di Desa Binjai karena memiliki kemampuan dan keahlian yang belum dimiliki oleh daerah lain, khususnya dalam untuk mengembangkan potensi daerah. Sekaligus mengukir sejarah dan ciri khas daerah untuk berlomba dalam membuat produk unggulan.
“Kita salut, nantinya Desa Binjai yang memiliki potensi yang sangat tinggi ini untuk mengembangkan program pemanfaatan kapuak bisa berhasil dalam bidang kerajinan tangan,” tuturnya ketika menutup pelatihan pemanfaatan kerajinan berbahan kapuak di wisma PTPN XIII, Parindu, kemarin lalu.
Hadi meminta keahlian itu tetap terus dikembangkan dan akan meminta instansi untuk siap mempromosikan produk yang dijadikan sebagai produk unggulan Desa Binjai dan Kabupaten Sanggau tersebut.
Kerajinan tangan berbahan kapuak itu oleh warga setempat dijadikan berbagai jenis suvenir, rompi baju adat suku Dayak, topi, dompet, dan lain-lain.
Ketua panitia Kodir mengungkapkan, masyarakat Desa Binjai sangat antusias mengikuti pelatihan pemanfaatan kapuak sebagai salah satu hasil kerajinan tangan tersebut.
Kepala Desa Binjai B Ibrahim mengatakan pelatihan kerajinan tangan pemanfaatan kapuak itu diselenggarakan dalam Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri. Tujuan dilaksanakan untuk menambah kreativitas para perajin khususnya perajin dari bahan kapuak.
Camat Tayan Hulu Suis SSos menyambut baik digelarnya kegiatan tersebut. Ajang tersebut membuktikan kreativitas para perajin-perajin, menunjukkan kemampuan dan keahliannya untuk mengolah kapuak menjadi barang yang bermutu tinggi. (SrY/dnl-hms)

