Sekadau – Jalan provinsi yang menghubungkan Kota Sekadau dengan Kecamatan Nanga Mahap dalam kondisi memprihatinkan. Jalan mengalami kerusakan mulai dari Rawak, ibu kota Kecamatan Sekadau Hulu, hingga ke daerah Nanga Mahap.
“Jalan mulai rusak dari Rawak hingga ke Nanga Mahap,” kata Man, salah seorang sopir bus jurusan Sekadau-Nanga Mahap saat bertandang ke Biro Harian Equator Sekadau, kemarin.
Jalan Sekadau-Nanga Mahap memiliki panjang sekitar 60 km. Jalan itu terbagi dalam tiga ruas, masing-masing ruas Sekadau-Rawak sekitar 19 km, Rawak-Nanga Taman sepanjang 19 km, dan Nanga Taman-Nanga Mahap sekitar 20 km.
Untuk ruas Sekadau-Rawak, kondisi jalannya cukup baik. Namun mulai dari Rawak hingga ke Nanga Mahap, jalan banyak yang hancur dan berlubang.
Dikatakan Man, untuk ruas Rawak hingga ke Nanga Mahap, sedikitnya ada tiga titik yang mengalami kerusakan parah. Masing-masing di daerah Seraya, Pekawai, dan Simpang Sekotong.
“Selain itu, ada tiga jembatan yang rusak dan berlubang. Masing-masing Jembatan Nanga Suri, dan dua jembatan di daerah Pekawai,” katanya.
Di Seraya, kerusakan sudah sangat berat. “Tadi pagi ada mobil truk yang ambles sehingga memacetkan arus kendaraan yang melintas. Puluhan kendaraan menumpuk hingga beberapa jam,” ucapnya.
Celakanya, kerusakan tersebut dimanfaatkan orang yang tidak bertanggung jawab. Mereka membuat penjagaan dan meminta uang kepada sopir yang melintas.
“Satu mobil diminta Rp 20 ribu. Bahkan tadi pagi ada yang bawa alat berat berupa greder. Mereka mau menarik mobil asal kita bayar Rp 200 ribu. Saya tidak tahu apakah greder itu milik pemerintah atau milik perusahaan,” ucapnya.
Khusus untuk penjagaan di daerah Seraya, kata Man, sudah lama ada. “Karena itu, pemasukan kita berkurang,” ucapnya.
Diakui Man, para sopir tidak tinggal diam dengan kerusakan itu. “Kami pernah mengumpulkan uang untuk membeli batu, bahkan membeli kayu belian untuk membantu memperbaiki jalan dan jembatan yang rusak,” katanya.
Namun bantuan itu tidaklah cukup untuk memperbaiki seluruh kerusakan. “Karena itu, kita minta agar pemerintah segera memperbaiki jalan ini. Kalau semuanya diserahkan ke sopir, mana mampu. Bisa-bisa kami tidak mendapatkan pemasukan, hanya untuk memperbaiki jalan itu saja,” tuntasnya. (bdu)

