10 Gapoktan Konsentrasi Jalankan Program SLPTT

Sekadau – Sekolah Lapangan Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) merupakan program nasional pemerintah Indonesia yang dilakukan oleh Departemen Pertanian.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian pangan nasional melalui usaha peningkatan produksi pangan nasional, khususnya padi, jagung, dan kedelai.

Di Kabupaten Sekadau, pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian Perikanan dan Peternakan telah melaksanakan program SL-PTT tahun 2012 dengan melibatkan 10 gapoktan sebagai objek program. Gapoktan yang terlibat meliputi Sepulau Raya, Sungai Antu, Bagam Mandiri, Harapan Bahagia I, Harapan Bahagia II, Inti Harapan, Dua Sekawan I, Sagu Menyatu, Ruan Bersatu, dan Gapoktan Sido Mulik.

Dalam pelaksanaan program yang dilaksanakan di Gapoktan Harapan Bahagia I, di Desa Rawak Hulu Kecamatan Sekadau Hulu pada hari Senin (11/6) kemarin, Wakil Bupati Sekadau Rupinus turun langsung ke lokasi. Rupinus melakukan penanaman di areal yang diserahkan kepada gapoktan tersebut.

Di tengah-tengah para petani yang tergabung dalam gapoktan, Rupinus meminta agar para petani dapat meningkatkan produktivitas hasil panennya. Dalam program SL-PTT, gapoktan diserahkan bantuan langsung dan diberikan otonomi untuk mengelola dana tersebut.

“Jadi saya harap dengan program SL-PTT hasil pertanian kita meningkat. Yang biasanya hanya satu kali panen dalam setahun, bisa meningkat jadi dua kali setahun,” kata Rupinus.

Kepala Dinas Distankannak Adrianus Adrianto Gondokusumo saat ditemui di ruang kerjanya menuturkan, program yang dijalankan ini merupakan program SL-PTT Indeks Pertanaman (IP). Di sini, gapoktan diberi dana cash sebesar Rp64.850 dan diberikan lahan pertanaman seluas 25 hektare.

Adrianto menjabarkan, dana cash itu diperuntukkan pembelian sarana produksi pupuk sebesar Rp33.750, pembelian hand tractor senilai Rp25 juta, operasional Rp3.750, biaya perencanaan (rapat) Rp1.750, dana insentif penyuluh pendamping sebesar Rp500, dan pembuatan papan nama Rp150 ribu.

“Dengan SL-PTT IP ini, petani yang tergabung dalam gapoktan diberikan kemudahan untuk meningkatkan produksinya. Biasanya, petani lokal tidak melakukan penanaman pada saat musim gadu (kering). Nah, di SL-PTT ada dana untuk pembelian hand tractor (HT). HT itu memudahkan pengolahan lahan sehingga saat musim kering pun lahan bisa diolah. Dengan demikian tentu produktivitas petani bisa meningkat,” jelas Adrianto. (bdu)