Sekadau – Pemerintah Kabupaten Sekadau melalui Kantor KB, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBP3A) melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan jumlah peserta KB aktif (akseptor), mengingat masih ada PUS yang belum menjadi peserta KB.
“Jumlah PUS sebanyak 36.458 orang. Dari jumlah itu, yang menjadi peserta KB aktif sebanyak 23.369 orang,” ujar Syahdiman SSos MSi, Kasubid KB Kantor KBP3A Sekadau kepada Rakyat Kalbar, beberapa waktu lalu.
Jika dikalkulasikan secara matematis, jumlah akseptor di Kabupaten Sekadau baru mencapai 65 persen. Artinya masih ada sisa 35 persen atau sekitar 13.089 PUS di Sekadau yang belum menjadi peserta program KB aktif.
Masih adanya PUS yang belum menjadi akseptor ini, dijelaskan Syahdiman, bukan mengindikasikan pemerintah daerah melalui Kantor KBP3A lalai bekerja. Namun hal tersebut lebih dikarenakan adanya kendala lapangan dalam menjalankan program KB.
“Mereka yang belum menjadi akseptor ini bermukim di daerah pedalaman yang sangat sulit dijangkau layanan KB,” ungkapnya.
Bukan hanya soal jangkauan, sambung Syahdiman, masih adanya PUS yang belum menjadi akseptor juga disinyalir karena kesadaran PUS untuk KB masih belum tumbuh. Sangat dimungkinkan ada sebagian PUS yang memilih KB dengan cara-cara tradisional, seperti penghitungan tanggal dan cara lainnya.
Meski masih ada kendala, namun Kantor KBP3A Sekadau tampaknya tidak mau menyerah dalam menyukseskan program KB di Sekadau. Berbagai upaya tetap dilakukan agar PUS yang belum KB mau segera menjadi peserta KB aktif.
Menurut Syahdiman, saat ini sejumlah program KB sudah mereka lakukan. Di antaranya, mengintensifkan peran posyandu dan menggandeng dinas kesehatan melaksanakan layanan kesehatan gratis dan KB gratis. Kantor KBP3A Sekadau juga melakukan kerja sama dengan sejumlah instansi lain, seperti kepolisian dan PKK untuk melakukan kegiatan KB Kesehatan gratis.
Dengan berbagai upaya tersebut, hasil yang didapat cukup lumayan. Khusus untuk tahun 2012, dari total target 4.190 orang akseptor, hingga Juni ini lebih setengahnya sudah menjadi akseptor.
“Hingga Juni ini, akseptor kita sudah mencapai sekitar 2.400 orang dari target tahun 2012 sebanyak 4.190 orang. Hingga akhir tahun nanti, target 4.190 orang akseptor itu akan tercapai,” yakin Syahdiman. (bdu)
