Persipon Mengukir Sejarah

Persipon
Para pemain Persipon usai merayakan kemenangannya

Pontianak – Sepak bola kebanggaan masyarakat Pontianak, Persipon, berhasil mengukir sejarah dalam dunia persepakbolaan Kalimantan Barat. Elang Khatulistiwa, sebutan Persipon, sukses melaju ke Divisi Utama Liga Indonesia untuk pertama kalinya.

Bermain tanpa menelan kekalahan di tiga pertandingan pada putaran ketiga Grup J di lapangan sepak bola Kabupaten Bekasi, Persipon dengan pasti menggenggam tiket ke Divisi Utama Liga Indonesia musim depan.

Tiga pertandingan yang telah dilakoni dengan hasil memuaskan pertama menundukkan Persifa Fak Fak dengan kemenangan 2-1, kedua melawan Pesekap Pasuruan dengan hasil imbang 1-1, dan pertandingan terakhir menghadapi Persika Karawang dengan skor 2-0 melalui gol Elizer di pertengahan babak pertama dan Hengki di akhir babak kedua.

Dari tiga laga yang dilakoni, Persipon mengumpulkan poin 7 dan besar kemungkinan menjadi juara grup.

Asa Persipon untuk bertanding di divisi yang lebih tinggi terwujud sudah setelah penantian sejak tahun 2007 di masa Buchari A Rahman sebagai Walikota Pontianak.

Perjalanan panjang untuk naik ke liga yang lebih tinggi di PSSI ini bukanlah akhir dari perjuangan Persipon. Di divisi yang lebih tinggi ini, Persipon dihadapkan dengan persiapan yang harus lebih matang. Kematangan bukan hanya dari sisi pemain, namun juga finansial sebagai pendukung dalam menjajaki tim-tim yang lebih tinggi. Tentunya akan terbang sana-sini untuk bertanding.

Dari dua laga yang berakhir dengan kemenangan, Elizer menjadi bintang Persipon yang selalu menyumbangkan gol untuk Persipon. Pertama membuat gol ke gawang Persifa Fak Fak dan pada laga ketiga kemarin, menceploskan bola ke gawang Persika Karawang.

Pemain asal Bengkayang ini turun sejak menit awal pertandingan di laga terakhir kemarin, meskipun cedera sedikit menghampirinya. Dengan kepercayaan tinggi Pelatih I Nyong Lolombulan, Elizer tak menyia-nyiakan kepercayaan itu dengan membuat gol tunggal di pertandingan kemarin.

Terlihat kurang sprint, Elizer ditarik keluar digantikan Adi Saputra di menit awal babak kedua.

Di pertandingan kemarin, Persipon cukup mendominasi permainan. Peluang demi peluang diracik dengan baik oleh skuad Elang Khatulistiwa. Sebelum bertanding, skuad Persipon berada pada optimisme menang yang tinggi. Di atas kertas, melihat hasil pertandingan sebelumnya, Persika Karawang selalu kalah di dua laga. Persipon semakin percaya diri dengan meraup kemenangan di laga terakhir kemarin.

Usai peluit akhir dibunyikan, bertanda pertandingan sudah selesai, sontak seluruh yang berada di bangku cadangan yang terdiri dari pemain cadangan, pelatih, dan manajer bersorak dan bergerak masuk lapangan menyambut pemain yang berjuang keras selama 2 x 45 menit.

I Nyong Lolombulan tak lupa melakukan ritual kebiasaannya. Bersujud di lapangan setiap memenangkan laga. Sedikit berpesta dan bersorak, pemain berkumpul di ruang ganti dan diakhiri dengan doa bersama. Tampak saat di ruang ganti, pemain asal Arema 21 yang menjadi penentu kemenangan saat menghadapi Persifa Fak Fak lalu, Nuris Huda, menangis di ruangan ganti.

Manajer Persipon Letkol Pur Widayat diwawancarai mengucapkan syukur atas keberhasilan saat ini menembus Divisi Utama. “Selanjutnya kami akan mempersiapkan untuk tampil di Senayan. Tentunya kerja keras lagi akan kita lakukan,” ungkapnya.

Supporter Persipon yang hadir ke Bekasi, Moyo dan Amirudin mengaku sangat senang dengan kemenangan kali ini. “Lima tahun kami menanti Persipon bisa tampil di level yang lebih tinggi. Dan kali ini telah terwujud. Terima kasih kepada seluruh manajemen Persipon dan pemain yang tak henti untuk lebih baik,” ungkap Moyo yang didampingi Amirudin. (oen)