Musyawarah Perencanaan Pembangunan Khusus (Musrenbangsus) Singkawang, Bengkayang, dan Sambas (Singbebas) merupakan bagian dari Regional Manajemen Kementerian Daerah Tertinggal. Kota Singkawang diharapkan mampu “membina” dua kabupaten yang masih masuk kategori daerah tertinggal.
Harapan itu dipaparkan Asisten Deputi Wilayah KPDTRI Sofnelly Sofyan, Selasa (10/4) saat Musrenbangsus Singbebas di Hotel Palapa, Pantai Pasir Panjang Singkawang.
“Singkawang masuk dalam program ini bukan berarti Singkawang daerah tertinggal. Tetapi Singkawang sebagai pembina Sambas dan Bengkayang, supaya mereka ikut maju seperti Singkawang,” katanya.
Setelah musrenbangsus ini, tambah dia, Kementerian Daerah Tertinggal akan memasukkan program-program yang dihasilkan tersebut ke kementerian atau kelembagaan lain di pusat, setelah terlebih dahulu ke provinsi dan Bappenas. “Regional manajemen ini terdiri atas tiga kabupaten/kota. Sehingga pusat akan lebih cepat memberikan bantuan ketimbang kepada satu kabupaten saja,” kata Sofnelly.
Program Regional Manajemen ini, kata Sofnelly, merupakan salah satu upaya untuk menghilangkan keegoan masing-masing bupati/walikota dalam suatu provinsi. “Sehingga Kalbar bisa maju bersama, bukan masing-masing,” terangnya.
Di tempat yang sama, Wakil Gubernur Kalbar Drs Christiandy Sanjaya SE MM saat membuka Musrenbangsus Singbebas mengatakan ke depan diharapkan Musrenbangsus Singbebas lebih dulu dilaksanakan daripada Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Kalbar.
“Untuk tahun berikutnya, musrenbang tingkat regional ini lebih dahulu, baru musrenbang tingkat provinsi,” usulnya.
Kendati sudah telanjur Musrenbang Provinsi Kalbar digelar lebih duluan, bukan berarti hasil Musrenbangsus Singbebas akan diabaikan begitu saja. “Ini kaitannya juga tidak terlepas dari musrenbang provinsi, makanya Bappeda kita juga hadir di sini (Musrenbangsus Singbebas, red),” kata Christiandy.
Dia menjelaskan, usulan-usulan prioritas pembangunan sebagai hasil Musrenbangsus Singbebas yang lebih tajam akan tetap masuk dalam rencana prioritas pembangunan provinsi. “Karena musrenbangsus untuk mempertajam program-program prioritas yang diusulkan ke tingkat provinsi,” ujar Christiandy.
Konsep Regional Manajemen yang diterapkan Singbebas lanjutnya, merupakan program dari pusat. “Pemerintah provinsi tentu merespons positif hal ini, karena ada regional di Kalbar yang mempunyai potensi ternyata bisa dibangun secara bersama-sama dalam konteks sinergisitas,” jelas Christiandy.
Menurut Christiandy, dengan sinergisitas dan koordinasi di regional Singbebas ini tentunya akan tercipta efisiensi dan efektivitas dalam pembangunan daerah. “Sebagai contoh, ketika Singkawang akan membangun bandara, jangan pula Bengkayang dan Sambas juga ingin membangun bandara. Sebenarnya semuanya bagus kalau mempunyai bandara, tetapi untuk mencapainya menjadi lebih sulit,” paparnya.
Dengan dibangunnya Bandara Singkawang nantinya, tentunya Bengkayang dan Sambas juga dapat memanfaatkannya untuk mengembangkan potensi daerah masing-masing. “Memanfaatkannya bersama-sama tentu lebih baik, dengan pertimbangan dapat mengatasi kendala yang selama ini dirasakan yakni mengenai konektivitas, baik terkait pariwisata ataupun distribusi potensi daerah masing-masing,” pungkas Christiandy. (dik)

