Setelah bisnis kayu (ilegal) diberantas aparat keamanan sekitar tahun 2007-an, ekonomi Ketapang mulai bangkit secara saksama. Kali ini mengolah pertambangan yang ditujukan untuk kesejahteraan rakyat.
Jangan sampai hanya untuk kesejahteraan segelintir orang saja, sebagaimana peristiwa illegal logging (IL) atau pembalakan liar yang pernah marak di Kabupaten Ketapang. Di masa jayanya bisnis kayu, dalam satu bulan saja, uang sopoi (pengutan liar atau pungli) yang diberikan untuk aparat keamanan maupun orang-orang di pemerintahan, sekitar Rp 1,3 miliar.
Kerugian negara karena pembalakan liar mencapai hitungan maksimal kasar sekitar Rp 18 triliun, padahal anggaran pendapatan dan belanja (APBD) Pemprov Kalbar kala itu hanya di kisaran Rp 1,9 triliun saja. Namun hasil yang ditangkap aparat ketika dilelang, hanya sekitar Rp 6 miliaran saja.
Melihat kasus itu, diharapkan potensi tambang di Ketapang jangan hanya dinikmati oleh segelintir orang saja. Diharapkan juga keuntungan yang diperoleh pemerintah kabupaten melalui pendapatan asli daerah (PAD), untuk memenuhi pembangunan sarana dan prasarana wilayah. Sudah jadi rahasia umum, jalan poros antara desa satu dengan yang lainnya di Ketapang, masih banyak yang rusak.
Silakan berdayakan warga tempatan dengan baik, berikan beasiswa kepada pelajar berpotensi di bidang pertambangan, bangun kawasan sentral komersial baru, supaya perputaran modal tak hanya di seputaran kota, namun usahakan ada kota satelit. Percepatan pembangunan daerah bukan hanya untuk bahan bikin laporan akhir tahun bagus saja, tapi rakyat Ketapang pada umumnya mampu menikmatinya, minimal jalan antardesa mulus.
Mengutip dari keterangan dari Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), bauksit digunakan untuk bijih yang mengandung oksida aluminium monohidrat atau trihidrat. Berupa mineral gibsit, ochmit atau diaspor.
Bauksit terjadi sebagai akibat adanya pelapukan dan material yang mengandung alumina. Endapan yang besar terjadi di daerah-daerah beriklim tropis dan subtropis basah. Bahan pembuatan aluminium yang terdapat di Indonesia yaitu bauksit. Bijih bauksit perlu ditambang.
Aluminium yang berasal dari bauksit banyak digunakan untuk ampelas, sebagai bahan yang tahan api, pembuat logam, dan industri kimia. Bauksit umumnya terjadi pada permukaan atau dekat permukaan dan merupakan letakan-letakan mendatar, maka cara penyelidikan yang tepat dan praktis yaitu dengan membuat sumuran. Bor tangan dapat digunakan untuk endapan yang dalam.
Cara penambangan bijih bauksit pada umumnya dengan cara penambangan terbuka. Lapisan penutup dibulldozer. Setelah terbuka, maka bijihnya dikeruk. Bijih yang dihasilkan ini kemudian diangkat ke tempat pencucian. Endapan bauksit di Indonesia terdapat di Riau (Pulau Bintan), Sumatra Selatan (Pulau Bangka dan Pulau Binton), dan Kalimantan Barat (Singkawang).
Bijih bauksit jika diproses dengan benar, maka akan menghasilkan alumina. Dari alumina inilah logam aluminium dibuat. Alumina yang dielektrolisa dalam bejana cryolit cair, akan menghasilkan logam aluminium. *
