Paradje’ Pasaka Negeri Pertahankan Marwah

Paradje’ Pasaka Negeri
M. Khusyairi
Raja Sanggau, Wakil Bupati Sanggau, Ketua Majelis Kerabat Istana Kalbar serta tokoh cendekiawan Kalbar menuruni tangga Keraton Sanggau untuk melaksanakan ritual Paradje’ Pasaka Negeri, Rabu (30/6)
Sanggau
 

Kegiatan rutin Paradje' Pasaka Negeri (bersih negeri) selalu dilaksanakan pihak Keraton Surya Negara Sanggau. Pada pelaksanaan, Selasa (28/6) dihadiri tamu undangan dari berbagai kalangan. Utusan Malaysia dan Brunei Darussalam juga hadir.

Kegiatan dibuka Wakil Bupati Sanggau, Paolus Hadi SIP MSi. Ketua Majelis Kerabat Istana Kalbar Drs Gusti Suryansyah MSi terlihat mendampingi Pangeran Ratu Surya Negara, Drs H Gusti Arman M Si.

Selain itu anggota DPR-RI Albert Yaputra, Prof Dr Satrio Budi Santoso, Konsul Jenderal RI di Kuching, Joko Suprapto, utusan Kerajaan Brunei Darussalam Pangeran H Arif, Ketua MABM Kalbar Prof Dr Chairil Effendi serta unsur Muspida Kabupaten Sanggau.

“Pemkab Sanggau, sangat mendukung kegiatan ini. Makanya, agenda ini sudah di-Perda-kan. Ini momen untuk melestarikan budaya. Dan momen untuk kepariwisataan,” ujar Wakil Bupati Sanggau, Paolus Hadi ketika membuka kegiatan itu, kemarin.

Prosesi kegiatan dimulai dengan pemberangkatan laskar atau pasukan Paradje', untuk mengelilingi kota Sanggau. Tak lupa sembari mengusung berbagai benda sejarah yang berada di Keraton Surya Negara, Sanggau.

Setelah itu penyambutan tetamu merupakan raja-raja dari berbagai kerajaan dan pimpinan pemerintahan, dikawal ketat oleh laskar atau pasukan keraton Sanggau. Dirangkai dengan penyerahan pusaka negeri Kalimansani dari Panglima Laskar kepada Pangeran Ratu Surya Negara.

Menarik, kala itu dilaksanakan pula ritual tolak Ajong (miniatur kapal layar) dengan diiringi penaburan kembang 7 rupa. Prosesi ini dilaksanakan oleh Raja Sanggau, dilanjutkan dengan tabur bunga 7 rupa di Sungai Kapuas, oleh para pejabat dan raja-raja se Kalbar yang hadir dalam kesempatan itu.

“Harapan kita, kegiatan ini ke depan, bisa dikemas lebih apik lagi. Sehingga, berbagai aspek atau sektor, turut berkembang,” pinta Hadi.

Kesempatan itu, dilaksanakan penobatan gelar kehormatan untuk tokoh cendekiawan Prof Dr Satrio Budi Santoso, Dr Ir H M Jafar Hapsyah serta Wakil Bupati Sanggau, Paolus Hadi.

Sementara Raja Sanggau mengungkapkan, kegiatan itu merupakan wahana untuk meningkatkan rasa kebersamaan. Bagaimana pun, marwah Melayu mesti dijaga. Salah satu caranya, dengan tetap melestarikan budaya yang ada. "Marwah ini merupakan harga mati. Makanya mesti dipertahankan," tegasnya.

Kesempatan itu Raja Sanggau mengungkapkan, kegiatan itu sudah masuk dalam Perda Kabupaten Sanggau. Terselenggaranya kegiatan itu pula, tak terlepas dari dukungan Pemkab Sanggau, DPRD serta berbagai kalangan di Bumi Dara Nante.

Ketua Majelis Kerabat Istana Kalbar, Drs Gusti Suryansyah M Si mengatakan, kegiatan ini merupakan media untuk menangkal masuknya kebudayaan asing. Selain itu, tentunya untuk mempererat tali persatuan dan kesatuan antarsesama.

Kesempatan itu, disuguhkan berbagai hiburan. Selanjutnya, Raja Sanggau dan Wakil Bupati Sanggau melepas perlombaan sampan bidar di Muara Kantu' tersebut.

Kegiatan itu akan berlangsung selama 3 hari. Berbagai perlombaan akan digelar. Pembukaan itu dihadiri sedikit 5 ribuan masyarakat yang datang dari berbagai penjuru Kabupaten Sanggau. (sry)