Produk unggulan kain tenun Kabupaten Sambas memiliki ciri khas sehingga berpeluang menembus pasar domestik. Potensi ini masih dapat dipacu dengan memunculkan kreasi tenun berkualitas tinggi. Cita Tenun Indonesia (CTI) bersama PT Garuda Indonesia memiliki komitmen untuk memajukannya.
“Program ini dilaksanakan CTI dan PT Garuda Indonesia dalam mendukung program daerah,” kata Okke Hatta Radjasa, Ketua CTI dalam sambutannya pada acara peluncuran program Garuda Indonesia Peduli, Jumat (7/10) di Aula Bupati Sambas.
Dalam melaksanakan program tenun di Indonesia, CTI didukung PT Garuda Indonesia melaksanakan program pembinaan dan pelatihan tenun bagi perajin. Program itu di antaranya meluncurkan program merajut peduli pengembangan karya tenun.
Dijelaskan Okke, program yang diluncurkan Garuda di antaranya peningkatan kreasi perajin tenun Sambas, pendidikan guru serta program Garuda Indonesia Go Green dalam sejuta buku daur ulang serta program sosial renovasi Masjid di Dusun Semberang.
“Sebagai wujud kepedulian maka program Garuda Peduli Pendidikan diresmikan dengan memberikan pelatihan kepada 50 guru. Selain itu memberikan bantuan peralatan internet untuk beberapa sekolah dan bantuan buku daur ulang,” kata Okke yang juga istri Menteri Koordinator Perekonomian.
Okke mengaku yakin dapat memajukan tenun di Kabupaten Sambas seperti halnya yang sudah dilakukan dengan pengembangan perajin tenun di Desa Sedimen Bali. Itu dikarenakan, selain mendapat pelatihan juga hasil karya para perajin nantinya akan diikutsertakan dalam berbagai pameran-pameran di domestik dan internasional.
“Program yang dilaksanakan CTI ini bisa berhasil karena ada dukungan dari Garuda Indonesia,” tegas Okke.
Bupati Sambas, dr Hj Juliarti Djuhardi Alwi MPH dalam sambutannya sangat merespons program CTI dan PT Garuda dalam memajukan kesejahteraan masyarakat melalui program pelatihan dan pendidikan. “Dengan adanya program ini diharapkan dapat meningkatkan kreasi tenun Sambas dan memajukan pendidikan di Kabupaten Sambas,” ujar Juliarti.
Kondisi ini, kata Juliarti, selaras dengan visi dan misi Bela Terpikat Terigas yang di antaranya terdapat program peningkatan ekonomi kerakyatan dan pendidikan.
Tidak hanya itu, kata Juliarti, CTI dan PT Garuda juga telah mendukung pembangunan bidang religius di antaranya dengan pemberian bantuan untuk renovasi Masjid Nurul Ikhsan di Dusun Semberang melalui Corporate Social Responsibility (CSR) dan PKBL. Sedangkan perhatian CTI terhadap tenun Indonesia menegaskan kepedulian terhadap kelestarian seni budaya bangsa.
“Diharapkan program seperti ini dapat terus berlanjut, terutama dalam memajukan peningkatan ekonomi masyarakat dan pendidikan,” terang Juliarti.
Direktur SDM dan Umum Garuda Indonesia Heriyanto Agung Putra, mengatakan program peningkatan perajin tenun di Sambas merupakan program bina lingkungan Garuda Indonesia, serta upaya melestarikan budaya bangsa.
“Tenun Sambas sudah dikenal luas masyarakat Indonesia sejak dulu namun kini keberlanjutannya sedang terancam. Sehingga kita harus bersama-sama melestarikannya melalui upaya peningkatan kemampuan para perajin, di antaranya lebih meningkatkan mutu dan kualitas hasil kerajinannya,” jelas Heriyanto. (edo)

