Sambas Dikepung Banjir

Tagana Diturunkan di Bengkayang

M. Ridho
Rumah warga di Dusun Satan Desa Sepantai Kecamatan Sejangkung yang terendam banjir, memasuki hari ke-4, Jumat (13/1)

Sejangkung – Sebanyak 15 dari 19 kecamatan di Kabupaten Sambas mengalami banjir. Terparah di Kecamatan Sejangkung dan Selakau. Bupati Sambas bertindak gesit mengeluarkan instruksi penanggulangan banjir melalui posko. Seluruh SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) dikerahkan.

“Bantuan makanan dan obat-obatan sudah mulai dikirimkan ke lokasi. Banjir sudah hampir merata di setiap kecamatan. Hanya empat kecamatan yang kondisi banjirnya pasang-surut,” kata H Chifni B SSos, Plt Asisten II Setda Sambas kepada wartawan saat meninjau banjir di Desa Sepantai, Kecamatan Sejangkung, Jumat (13/1).

Menurutnya, bantuan sudah disalurkan hampir merata ke setiap kecamatan berupa beras, mi instan, sarden, selimut, obat-obatan, serta keperluan lain mendesak lainnya.

“Langkah ini cepat kita lakukan karena masyarakat terganggu aktivitasnya. Bagi donator yang ingin memberikan bantuan diminta melaporkan ke desa dan camat, sehingga bantuan tersebut bisa didata,” ujar dia.

Sebelum banjir menerjang pemukiman masyarakat, sawah, kebun karet, dan areal pertanian sayur-mayur sudah terlebih dahulu mengalami banjir sehingga penghasilan masyarakat terganggu dan tanamannya banyak yang mati.

Banjir di Kecamatan Sejangkung mengakibatkan pemukiman penduduk terisolasi meliputi Desa Sepantai, Semanga', dan Desa Senabah. Rumah warga terendam mulai 1 hingga 1,5 meter. Sedangkan dari jalan setinggi 2,5 hingga 3 meter.

“Di Kecamatan Selakau, paling parah terjadi di Gayung Bersambut. Perumahan warga di lokasi ini terendam hingga setinggi 1 meter,” kata Chifni yang juga Ketua Posko Banjir Kabupaten Sambas.

Kecamatan lainnya yang terkena banjir antara lain Selakau Timur, Salatiga, Semparuk, Tebas, Sebawi, Sambas, Jawai, Jawai Selatan, Teluk Keramat, Tangaran, Paloh dan Galing, dan Sajingan Besar. Sedangkan Kecamatan Tekarang, Paloh, Pemangkat, dan Kecamatan Subah merupakan wilayah genangan air pasang surut.

Herlin, Kepala Desa Sepantai ditemui Equator menjelaskan, Desa Sepantai memiliki tiga dusun dengan jumlah 405 kepala keluarga (KK). Dari jumlah tersebut, sekitar 121 rumah di Desa Sepantai tergenang air setinggi 1 hingga 1,5 meter meliputi Dusun Satai dan Sepandak. Hanya Dusun Sidodadi yang tidak terkena serangan air karena masuk dataran tinggi.

“Warga tidak mau mengungsi dan lebih mau bertahan untuk mengamankan barang-barang dengan cara membuat parak (ruangan di atas langit-langit rumah, red),” kata Herlin.

Banjir kali ini, kata Herlin, merupakan banjir susulan. Sebelumnya terjadi akhir Desember 2011. Banjir saat ini lebih besar hingga memasuki rumah warga. “Ketinggian air di jalan saja mencapai 3 meter. Sedangkan di dalam rumah setinggi 1 hingga 1,5 meter. Aktivitas masyarakat terputus dan kesulitan mengambil hasil kebun dan pertanian,” katanya.

Darmadi, Kepala Dusun Satai memaparkan banjir diperkirakan semakin membesar. “Yang paling menjadi keluhan kami karena bangunan sekolah dan pustu (puskesmas pembantu, red) yang terendam. Sudah tiga minggu anak-anak tidak sekolah,” ujar Darmadi.

Warga, kata dia, sulit memeriksakan kesehatan. Banyak anak-anak yang mulai sakit. “Alhamdulillah ada bantuan obat dari Pemkab Sambas. Kami mengharapkan bantuan dapat disalurkan kembali di Desa Sepantai, kami betul-betul kesulitan,” pintanya.

Hingga kemarin, warga terlihat hanya menongolkan mukanya di celah-celah parak rumah sambil memandang banjir. Mereka memasak ala kadarnya dan sesekali turun menggunakan perahu.

Di tempat terpisah, Saina, 42, warga Dusun Sepandak, Desa Sepantai menjelaskan banjir tinggi mulai menggenangi desanya sudah empat hari. “Seminggu lalu rumah kami juga sudah digenangi banjir. Dilihat dari pengalaman sebelumnya, air masih akan naik sehingga kami sangat khawatir,” kata Saina.

Warga lainnya di dusun itu, Masnah, 34 mengharapkan bantuan dari Pemkab Sambas. “Sudah empat hari kami mengalami banjir. Memang sebelumnya ada bantuan dari Pemkab Sambas berupa beras 4 kilogram, mi instan 3 bungkus, dan ikan sarden 2 kaleng untuk setiap KK. Namun sekarang bantuan sudah habis,” keluhnya.

Ismail, Kepala Sekolah SDN 12 Semakuan, Desa Semanga' Kecamatan Sejangkung menuturkan hingga kemarin aktivitas belajar-mengajar terhenti selama empat hari. Sekolah diliburkan. “Mudah-mudahan banjir cepat turun, sehingga anak-anak cepat kembali sekolah,” pungkasnya.

Dari dari posko banjir menyebutkan, bantuan beras bagi warga yang tertimpa musibah banjir yang disalurkan Pemkab Sambas untuk 12 kecamatan terbagi dalam 23.243 jiwa di antaranya untuk Kecamatan Selakau 2.058 jiwa, Kecamatan Selakau Timur 1.791 jiwa, Kecamatan Salatiga 2.077 jiwa, Kecamatan Pemangkat 300 jiwa, Kecamatan Galing 1.243 jiwa, Kecamatan Jawai 3.075 jiwa, Kecamatan Jawai Selatan 4.802 jiwa, Kecamatan Sejangkung 1.668 jiwa, Kecamatan Sajingan Besar 2.320 jiwa, Kecamatan Teluk Keramat 2.682 jiwa, Kecamatan Tebas 1.000 jiwa, dan Kecamatan Sebawi 227 jiwa. Total bantuan beras yang sudah disalurkan sebanyak 23.243 jiwa.

Meluas

Banjir di Kabupaten Bengkayang terus meluas. Tak hanya terjadi di tiga kecamatan seperti Seluas, Sanggau Ledo, dan Ledo. Kini Kecamatan Jagoi Babang dan Sungai Raya Kepulauan juga terendam air.

Puji Siswanto, Ketua Tagana (Taruna Siaga Bencana) Kabupaten Bengkayang mengatakan pihaknya sedang menunggu kedatangan bantuan sosial dari Dinas Sosial Kalbar untuk korban banjir di lima kecamatan.

“Hari ini bantuan dari Dinas Sosial Kalbar datang, dan kami sedang menunggu. Apabila sudah tiba di Kota Bengkayang, akan langsung disalurkan ke lokasi banjir,” kata Puji kepada Equator ditemui di Terminal Bengkayang, Kamis (12/1).

Puji menyebutkan hampir setiap kecamatan di Kabupaten Bengkayang banjir, tetapi yang parah ada empat kecamatan yakni Kecamatan Seluas di Desa Seluas, Kecamatan Sanggau Ledo di Desa Danti, Kecamatan Ledo di Desa Lesabela dan Kecamatan Jagoi Babang di Desa Kumba dan Saparan.

Ia mengakui, telah mengirim anggota Tagana di masing-masing lokasi banjir. Hari ini (kemarin, red) Tagana Kabupaten Bengkayang akan meluncur ke Seluas untuk membantu korban banjir.

“Selagi kita mampu, tidak perlu meminta bantuan dari provinsi walaupun mereka sudah menawarkan diri. Info yang saya dapat, satu korban akibat banjir bandang di Kumba yakni seorang lelaki tetapi kami masih belum mengetahui identitasnya dengan jelas, ini info dari anggota Tagana yang ada di kecamatan,” kata Puji.

Y F Supariel M Spd MM, Sekretaris Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bengkayang menjelaskan banjir di Bumi Sebalo sebenarnya ada lima, baru-baru ini ia mendapat laporan secara tertulis dari Camat Sungai Raya Kepulauan.

Ada banjir di Pulau Lemukutan, berdasarkan surat dari kepala desa, camat dan datanya langsung memberi surat rekomendasi kepada Bupati Bengkayang untuk memberikan sumbangan yang dikeluarkan oleh BPBD Bengkayang.

Kapolres Bengkayang AKBP Veris Septiansyah menambahkan tidak ada korban di semua kecamatan yang terkena banjir. Di Kecamatan Seluas banjir telah menyusut 20 sentimeter dan kendaraan roda empat dapat melintas. Sedangkan roda dua belum dapat melintas.

“Memang benar di Desa Kumba Kecamatan Jagoi Babang terdapat salah seorang warga hanyut, tetapi telah ditemukan dan selamat,” tegas Veris. (edo/cah)