Mempawah – Budaya Robok-robok sebenarnya menarik dan menjual di even pariwisata nasional kalau dikemas secara apik dan profesional. Ke depan, penyelenggaraan acara ini harus ditingkatkan pesonanya.
“Untuk menggapai Wonderful of Worlds (WOW), budaya Robok-robok perlu dikemas secara profesional. Sebab, Robok-robok sebagai event budaya nasional, tentu membawa peluang besar bagi pengembangan pariwisata dan budaya di Kalbar,” ujar Wakil Gubernur Cristiandy Sandjaya, SE, MM.
Membuka acara tahunan Robok-robok di Kuala Mempawah, Rabu (18/1), acara yang mengandung aroma sakral ini diikuti oleh ratusan warga yang datang dari berbagai kawasan. Dimulai dengan ritual tolak bala di muara Sungai Kuala Mempawah, disaksikan para tamu dari berbagai daerah di nusantara dan tamu kerajaan dari negara tetangga.
“Saat ini kita dituntut untuk lebih kreatif lagi. Maka kita lihat saja dari kementerian kita sudah berubah nama yakni Kementerian Pariwisata dan Perekonomian kreatif. Untuk menjadi kreatif, kita juga sudah memiliki WOW. Bagaimana caranya agar Robok-robok juga bisa masuk dalam Wonderful of the World,” kata Cristiandy.
Menurutnya, upaya pengembangan dan peningkatan budaya itu menjadi tantangan semua pihak. Bagaimana penyelenggaraan budaya agar semakin baik dan berkualitas. “Pada kesempatan ini saya mau sampaikan kepada kepala dinas yang membidangi pariwisata di Kalimantan Barat. Di pundak Anda dan di tangan Andalah tanggung jawab bagaimana menjadikan pariwisata menjadi penunjang perekonomian di Kalbar,” ujarnya.
Cristiandy juga minta Bupati Pontianak dapat mengenalkan Robok-robok lebih baik lagi. “Kita tidak harapkan pengakuan dunia, namun kita bisa memperkenalkan produk kita agar menjadi wonderful. Dan keunikan Robok-robok yang tidak ada di daerah lain, mesti dikenalkan,” pintanya.
Bupati Pontianak Drs H Ria Norsan MM MH menilai semua elemen harus peduli terhadap nilai-nilai kebudayaan yang ada di masyarakat. Karena dengan kebudayaan akan terbangun suatu bangsa dengan karya yang indah. Untuk itu, tema event Robok-robok pada 2012 ini yaitu “Peduli Bangsa Bersatu Karya”. Dari sektor ekonomi, Robok-robok diharapkan mampu memberikan dampak luas kepada masyarakat.
Raja Mempawah Pangeran Ratu Mulawangsa Dr Ir Mardan Adijaya Kusuma Ibrahim MSc mengajak masyarakat bersatu padu. “Budaya itu harus ditata dengan baik. Karena pemimpin yang baik adalah pemimpin yang selalu meletakkan budaya di hatinya. Sebab, budaya adalah suatu budi daya yang di dalamnya ada etos kerja, moral, tata nilai,” katanya.
Kemasan acara Robok-robok patut ditingkatkan kualitasnya. Setakat ini, belum dikemas secara profesional dan cenderung terus menurun. Tolok ukur kegiatan dilihat dari Robok-robok sekitar lima tahun lalu, di mana sejumlah perahu warna-warni dan barisan kapal warga ikut memenuhi sungai Kuala Mempawah mengiringi perahu bidar raja yang akan melaksanakan ritual.
Menurut permerhati budaya yang juga aktivis Wisata Kabupaten Pontianak Moranthony, mestinya daerah bisa mengemas acara tersebut lebih menarik. Sebab, budayawan dan pemikir daerah belum dilibatkan untuk membangun event tersebut. “Saya nilai kegiatan Robok-robok tahun ini biasa-biasa saja. Kalau tidak ada pedagang yang turut meramaikan, saya kira acara tersebut akan semakin hambar,” kata Moranthony di sela acara di Kuala Mempawah.
Pantauan Equator pada pembukaan kemarin, antusiasme masyarakat terhadap Robok-robok berkurang. Entah kurangnya promosi atau bosan, yang pasti pengunjung yang biasanya membeludak membuat macet jalan-jalan di Kuala Mempawah, kemarin tidak begitu padat.
Bahkan beberapa penginapan di Kota Mempawah pun biasa-biasa saja. Tidak ada lonjakan tamu seperti di Kota Singkawang yang warga dan pengusaha jasa panen rezeki menjelang perayaan Imlek dan Capgome. (shn)

