Hanya Dua-Tiga Peserta SD-SMP di Perbatasan

Bengkayang
 

Ujian Nasional bagi SD Negeri 17 Pulau Kabung dan Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Daarul Ma’aruf di Kabupaten Bengkayang memang pas-pasan. Tahun ini masing-masing hanya menyertakan tiga murid saja.

“Untuk sekolah menengah pertama yang paling sedikit menyertakan muridnya dalam UN kali ini ialah SMP Negeri 1 Siding. Hanya menyertakan lima muridnya dengan perincian pelajar laki-laki empat orang dan satu perempuan,” ungkap Godelivus, Kabid Pendidikan Dasar dan TK Kabupaten Bengkayang kepada Equator, kemarin.

Itulah nasib anak didik yang sekolah di daerah berbatasan langsung dengan Sarawak, Malaysia. Bagaimanapun, kata Godelivus, memang harus dilakukan persiapan. “Jauh hari guru-guru-guru diingatkan untuk try out, les tambahan. Karena di daerah perbatasan yang terisolasi sangat riskan sekali,” ujarnya.

Data yang dikumpulkan dinasnya dari SD sampai SMP baik itu negeri maupun swasta yang ada di Bumi Sebalo, tercatat 4.736 pelajar SD yang mengikuti UN tahun ajaran 2011/2012. Jumlah itu terdiri dari 2.291 putra dan 2.445 putri.

Sedangkan untuk SMP, diikuti oleh 3.274 pelajar dengan perincian 1.491 putra dan perempuan sebanyak 1.783 orang. “Kami telah berupaya agar peserta didik memperoleh hasil yang maksimal tahun 2012 ini,” kata Gode, begitu dia biasa disapa.

Dari 237 SD yang ada di Bumi Sebalo, SD Swasta Amkur Bengkayang yang terbanyak menyertakan siswa untuk UN, yakni 78 siswa. Dengan rincian pelajar laki-laki 43 orang dan perempuan 31 orang.

SMP di Kabupaten Bengkayang ada 49 negeri dan 18 swasta. Yang terbanyak menyertakan muridnya berjumlah 147 orang dengan perincian pelajar laki-laki sebanyak 78 dan perempuan sebanyak 69 orang. Kabupaten ini memiliki enam subrayon yang terdiri dari Bengkayang, Ledo, Samalantan, Sungai Raya, Sanggau Ledo, dan Seluas.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkayang Silverius Sinoor SH MH sudah melakukan sosialisasi persiapan Ujian nasional 2012. “UN akan dilaksanakan April dan Maret sudah ujian sekolah. Jadi siswa hanya punya waktu belajar dua bulan saja. Tapi kita ingin yang terbaik dari tahun lalu,” kata Sinoor kepada Equator. (cah)