Arah dukungan parpol koalisi sudah mulai tampak. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kalbar yang tergabung dalam koalisi tersebut sudah melayangkan dua pasang bakal calon ke DPP.
“Yang jelas posisi kita sekarang sudah mengirim dua pasang bakal calon ke DPP, yaitu pasangan Armyn-Fathan dan Morkes-Burhanuddin. Selanjutnya DPP yang akan memutuskan,” kata H Fatahillah Abrar SAg, Ketua DPW PKS Provinsi Kalbar dihubungi Equator via seluler, Jumat (27/4).
Seperti diberitakan, deklarasi koalisi lima partai politik 1 April lalu di dalamnya ada PPP, PAN, PKS, Partai Hanura, dan PBR. “Insya Allah Mei turun SK penetapan dari DPP. Parpol koalisi masih belum ketemu, mudah-mudahan pekan depan bisa ketemu,” jelas legislator Kalbar ini.
Kekuatan finansial bakal calon yang bertarung di Pilgub Kalbar juga diperhitungkan. Hal ini menjadi salah satu pertimbangan parpol koalisi. “Ini (dana) menjadi hal yang cukup urgen untuk kita pertimbangkan. Ibarat ketika seseorang berperang, dia sudah siap amunisi,” kata Fatahillah.
Menjawab soal elektabilitas Armyn yang disebut-sebut cukup tinggi dibandingkan kandidat lain, Fatahillah tak menampiknya. Namun dia mengatakan, elektabilitas hanya salah satu pertimbangan bukan penentu.
“Karena ada hal-hal lain yang secara faktual harus dimiliki. Dalam kacamata kita, seorang kandidat memiliki kemampuan untuk mengakomodasi parpol, mampu melobi parpol-parpol untuk bisa dipakai mengusung dia, jaringan sosial, tak kalah penting terkait masalah dana,” Fatahillah.
Ketua DPW PAN Kalbar Ir Ikhwani A Rachim mengatakan 12 nama bakal calon gubernur dan wakil gubernur yang sudah diinterview Tim Pilkada PAN-PBR beberapa waktu lalu semuanya dikirim ke DPP.
Nama-nama itu yakni Burhanuddin A Rasyid, Milton Crosby, Armyn Angkasa Alianyang, Fathan A Rasyid, Morkes Effendi, Syakirman, Abang Tambul Husin, Barnabas Simin, Iwan Gunawan, Suhardi Darmawan, dan Syf Mardiana dan Muda Antartikawan.
Meski koalisi parpol sudah cukup lama deklarasi, ternyata komunikasi antarinternal parpol koalisi itu belum berbicara soal nama bakal calon yang pantas untuk diusung. “Kita belum berbicara soal nama di internal parpol koalisi,” kata Ikhwani.
Saat interview itu, selain melihat biodata dan curriculum vitae, banyak pertanyaan yang dilontarkan Tim Pilkada. Salah satunya menyangkut kemampuan finansial. “Dari sekian nama, ada yang menyebutkan kemampuan finansialnya dan ada juga yang tidak,” jelas Ikhwani.
Finansial ditanyakan tim, menurut dia, karena itu penting menyangkut kebutuhan untuk pemenangan pemilukada. “Mengenai finansial nanti akan dibicarakan lebih lanjut kepada calon ketika PAN sudah mengusung nama,” jelas Ikhwani.
Santer dibicarakan, ada dua nama yang disebut-sebut bakal mendapat perahu parpol koalisi, yakni Ketua DPD Partai Golkar Kalbar H Morkes Effendi SPd MH dan Mayjen TNI Armyn Angkasa Alianyang.
Kedua bakal calon ini sama-sama sudah mendaftar dan melamar ke parpol koalisi. Bahkan, Armyn sendiri juga mendaftar ke Partai Golkar dan disebut-sebut namanya sudah sampai di DPP partai berlambang pohon beringin itu.
Namun di sisi lain, DPD Partai Golkar Kalbar sendiri tidak mengusulkan nama Armyn ke DPP untuk ditindaklanjuti karena dianggap tidak lulus seleksi administrasi Tim Pilkada DPD Partai Golkar Kalbar. (jul)
