Waspada! Jembatan Melano Mengkhawatirkan

Satu Tongkat Penyangga Utama Patah

jembatan Teluk Melano
Kamiriluddin
Salah satu sudut kondisi jembatan Teluk Melano yang butuh perbaikan
Sukadana
 

Warga Kayong Utara khususnya Telok Melano diperingatkan berhati-hati jika melintas di jembatan Teluk Melano. Jembatan sepanjang 580 meter di Kecamatan Simpang Hilir itu sudah mulai dirasakan tidak aman.

Pasalnya dua tongkat utama sudah terlihat condong. Bahkan salah satu tongkat penyangga utama sudah patah. Ditambah lagi, dua lokasi tiang pengaman sudah bergeser bahkan ada yang hilang.

Pemuka masyarakat Simpang Hilir Baharudin meminta kepada pemkab agar jembatan ini diperhatikan. “Kita berharap kepada pemerintah provinsi untuk ambil peduli, karena jembatan ini berstatus sebagai jembatan provinsi,” kata Baharudin kepada Equator di Teluk Melano, Selasa (1/5).

Hal senada dikemukakan warga Teluk Melano, Jamaludin. Dikatakannya, jembatan ini tergolong tua sehingga sudah perlu untuk diteliti kelaikannya. “Saya sempat bekerja ketika dibangun dan memang kalau sekarang kondisi jembatan jika dilintasi truk goyangnya cukup terasa,” ujar Jamaludin.

Dijelaskannya, rusaknya salah satu titik tiang pengaman lantaran pernah ditabrak ponton. “Kejadiannya sudah lama,” tandasnya.

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Kayong Utara Ishak ST ditemui di Sukadana mengaku sebulan lalu, Komisi II terdiri dari dia dan Wakil Ketua Abdul Zamad M Amin dan Sekretaris Abdul Rahman beserta Yulisman dan Laujeng telah melakukan kunjungan kerja dan mengamati kondisi jembatan terpanjang sekaligus tertua di Kabupaten Kayong Utara itu.

“Kita berharap kepada Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalbar untuk mengambil sikap dan menyampaikan kondisi jembatan ini ke Kementerian PU di Jakarta. Harapannya agar dari kementerian bisa mengucurkan anggaran untuk perbaikan konstruksi kerangka baja jembatan,” harapnya.

Tak hanya tongkat patah dan condong, Ishak juga membenarkan ada fender atau tiang pengaman jembatan yang hilang. Akibat tongkat patah dan condong, diakui Ishak, pada dasar jalan di jembatan tersebut telah terjadi penurunan sekitar lima sentimeter persis di sambungan.

Ketua DPRD Kabupaten Kayong Utara Ibrahim Dahlan menegaskan kondisi jembatan Melano harus segera mendapat perhatian serius. Dia tidak ingin persoalan ini dianggap remeh. “Saya tidak mau ada korban baru diperhatikan, jangan sampai terjadi seperti jembatan roboh di Kutai,” ucapnya.

Ibrahim yang juga Ketua DPD Partai Golkar KKU mengatakan jembatan ini sudah tua dibangun pada 1987. Sejak dibangun, hingga sekarang belum pernah tersentuh perbaikan. “Yang dilakukan hanya pengecatan,” ujarnya.

Ibrahim juga mengakui, guncangan jembatan cukup luar biasa ketika truk melintas. “Saya pernah merasakan goyangnya luar biasa saat truk lewat,” tambahnya seraya mengatakan bahwa kondisi jembatan sudah disampaikan ke Sekda Kalbar ketika evaluasi anggaran beberapa waktu lalu. (lud)