Perubahan cuaca ekstrem yang melanda dunia berdampak meningkatnya suhu di Kota Pontianak dan sekitarnya serta kota-kota lainnya di Indonesia. Dalam sepekan, suhu merebak hingga 33 derajat Celsius.
“Empat hari belakangan ini cuaca di Pontianak dan sekitarnya memang sangat panas. Ini dikarenakan variasi suhu harian di bulan Mei berubah-ubah,” ungkap Supriadi, Prakirawan Cuaca BMKG Supadio Pontianak kepada Equator via telephone, Selasa (8/5).
Dijelaskannya, pertumbuhan awan di garis khatulistiwa sedikit sekali. Sehingga panas terik matahari langsung menyengat bumi. Disertai kelembapan yang tinggi membuat siang hari semua orang merasa kegerahan.
Supriadi juga mengingatkan, bulan Mei 2012 merupakan musim transisi alias pancaroba. Dalam kondisi tersebut, beberapa hari mengalami cuaca panas, namun hari berikutnya akan terjadi hujan.
Pergerakan suhu matahari itu juga menandai terjadinya pergantian musim, karena ada masa transisi ke musim kemarau. “Saat ini adakalanya hujan, adakalanya panas,” katanya.
Cuaca jadi memburuk lantaran ada embusan angin pada lapisan atas. Pola angin itu cenderung menyebar, mengacak-acak sejumlah zat sehingga awan pun susah sekali terbentuk. “Tetapi hujan masih berpeluang dengan intensitas ringan hingga sedang,” jelas Supriadi.
Sulitnya awan terbentuk sangat terasa sejak pagi terang benderang. Tanpa awan sinar matahari yang langsung memanggang permukaan bumi dan tekanan udara lebih banyak tertarik ke wilayah selatan, berdampak pada sedikitnya uap air tersisa yang menyebabkan sedikitnya curah hujan.
Apalagi, siklon tropis memiliki tekanan rendah sehingga menarik awan yang berada di selatan bumi. Dampaknya terjadi perbedaan tekanan pada awan dan ketinggian pada air.
Siklon tropis memiliki tekanan jauh lebih rendah ketimbang udara di sekitarnya, sehingga awan tersedot dengan cepat. “Akibatnya terjadi perubahan cuaca dari yang biasanya hujan menjadi panas,” ungkapnya.
Diprediksi, curah hujan dengan intensitas sedang akan terjadi esok hari di Kota Pontianak, Kabupaten Pontianak, Kubu Raya, Melawi, Ketapang, Sintang, dan Kapuas Hulu dengan intensitas hujan antara 0 hingga 20 milimeter. Dan hujan ini diprediksi terjadi pada sore harinya.
“Buktinya sore ini (kemarin, red) di beberapa titik sudah turun hujan. Bahkan di wilayah Sungai Ambawang turun hujan yang cukup deras disertai guntur dan angin kencang,” katanya.
Bagi masyarakat awam, sebenarnya bisa mengamati cuaca akan terjadi hujan. Ciri-cirinya adalah apabila terjadi perubahan kondisi cuaca secara drastis. Misalnya pada waktu siang cuaca sangat terik. Matahari juga bersinar penuh. Namun keadaan itu tiba-tiba berubah menjadi pekat. Keadaan semacam itu biasanya terjadi pada sore hari.
“Masyarakat harus waspada ketika setelah panas terik, tiba-tiba awan menjadi hitam. Kalau keadaan sudah seperti itu, biasanya akan hujan disertai angin kencang. Kalaupun angin tidak kencang, pasti akan disertai petir,” paparnya.
Apabila keadaan sudah seperti itu, ia mengimbau agar masyarakat tidak berada di luar rumah apalagi menggunakan hand phone. Khusus terhadap pengendara yang sedang berada di jalan raya, disarankannya segera berhenti dan mencari tempat perlindungan. (oen)
