Sepasang Lansia Dibantai di Siang Bolong

Tewas Dibacok Perampok

Kapolresta Kombes Muharrom Riyadi
Syamsul Arifin
Kapolresta Kombes Pol Muharrom Riyadi terlibat dalam identifikasi pembunuhan sadis di Gg Rambai Jalan Apel, Rabu (13/6)

Pontianak – Tubuh Kasja tertelungkup bersimbah darah tak bernyawa akibat luka menganga di punggung di kediamannya Jalan Apel, Gang Rambai No 34 Sungai Jawi Pontianak Barat, sekitar pukul 14.00 Rabu (13/6).

Istrinya, Hamnah, terkapar kritis dengan luka memar di lehernya. Sedangkan lelaki bersepeda motor kabur, diduga pelaku perampokan dan pembunuhan di siang bolong sudah diketahui identitasnya.

Tak ayal, setelah Darma, 11, pulang dari warnet mendapatkan kondisi kakek Kasja, 60, dan neneknya Hamnah, warga di gang yang padat penduduk itu kontan gempar. Mereka tak berani mendekat, selain segera melapor ke Polsek Pontianak Barat. Bersama warga polisi melarikan dua korban ke RS Santo Antonius.

Darma sempat melihat seseorang yang bersepeda motor yang diduga sebagai pelaku. Polisi langsung mengawasi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan penelitian sehingga lokasi dijaga ketat.

Meskipun kedua korban dilarikan ke RSSA, warga sekitar terus berdatangan ke lokasi pembunuhan. Darma, cucu korban terus menangis histeris melihat kakeknya sudah meninggal. Keluarga korban terus menenangkan Darma agar bisa mengingat ciri pelaku.

“Saat saya pulang, ada seorang pria keluar dari rumah. Dia tidak menegur, hanya melintas dan pergi dengan sepeda motornya. Karena heran saya masuk ke rumah. Rupanya kakek dan nenek sudah berdarah. Saya langsung teriak minta tolong,” ujar Darma sembari tersedu-sedu.

Darma yang sempat berpapasan di jalan masuk ke rumahnya, tidak mengenal lelaki tersebut. Dia juga berusaha mengingat apakah pria tersebut pernah ke rumah mereka.

Tak hanya warga yang terus berdatangan sehingga jalan yang biasanya agak sepi di tengah hari itu menjadi macet. Polisi pun dikerahkan melakukan pengamanan saat olah TKP yang langsung oleh Kapolresta Kombes Pol Muharrom Riyadi serta Kasat Rekrim Kompol Puji Prayitno untuk melakukan identifikasi.

Polisi langsung memasang police line untuk mensterilkan lokasi pembunuhan dan sekitar rumah. Ada beberapa barang bukti diamankan untuk identifikasi.

“Kami tidak tahu kalau bukan cucunya yang teriak minta tolong. Kami beserta warga langsung melihat rumah itu. Dan melarang warga memegang barang-barang dalam rumah itu,” ungkap Abdul Hamid, Ketua RT 01 RW 13 Kelurahan Sungai Jawi Luar.

Abdul Hamid langsung meminta warga menghubungi polisi beserta keluarganya agar cepat dilarikan ke Rumah Sakit. “Kami lihat suaminya (Kasja) seperti sudah meninggal. Keduanya sudah tak berdaya lagi, yang satu berlumur darah dan istrinya sudah lemas,” ungkapnya.

Warga melihat balok ukuran besar dan sebilah pisau dekat tubuh Kasja yang bersimbah darah membasahi tubuh dan lantai. Saat kejadian, korban tak mengenakan baju selain celana pendek.

Aminah, 40, tetangga korban mengatakan tiga hari sebelumnya terlihat dua orang yang mencurigakan berada dalam pagar. Namun baru kali ini pelaku terlihat oleh cucu korban.

“Ada yang nunggu di luar, ada juga yang standby di motornya. Itu pun kami tidak terlalu curiga dan kami kira keluarganya,” ujar Aminah. “Di lokasi ini sering terjadi jambret. Beberapa bulan lalu ada orang pura-pura tanya, langsung merampas kalungnya,” ungkap tetangga lainnya.

Kasat Reskrim Polresta Kompol Puji Prayitno mengatakan pihaknya masih melakukan penyidikan olah TKP. “Kami mengamankan barang bukti balok dan pisau yang diduga dipakai pelaku untuk menghabisi korbannya. Kami juga menduga, tindakan ini dilakukan karena curat yang ketahuan oleh korbannya,” ungkapnya.

Puji menambahkan, hasil pemeriksaan sementara, barang-barang yang hilang dari korban hanya kalung yang dipakai Hamnah. Tapi polisi terus melakukan penyelidikan.

“Di dalam rumah itu, hanya korban berdua: pasangan kakek dan nenek, dan juga cucunya. Kamja, informasinya masih bekerja sebagai buruh bangunan,” kata Puji. (sul)