Perang Baliho Berakhir di Polisi

Seteru Timses HK-AD vs Nusantara

Singkawang – Sepertinya seteru paling sengit di Pilwako Singkawang tak lain antara Hasan Karman-Ahyadi (HK-AD) dan Nusantio Setiadi-Tasman (Nusantara) ketimbang dengan pasangan balon lainnya.

Akibat rebutan lokasi baliho, kedua tim sukses nyaris adu jotos sehingga harus diamankan aparat Polresta Singkawang, Selasa (26/6). Tim Sukses HK-AD mendadak mencopot baliho Nusantara lalu diganti baliho pasangannya.

Apui, salah seorang saksi mata, kaget melihat baliho Nusantara yang terpasang di ruko milik Franky, iparnya, diturunkan beberapa orang dan diganti dengan baliho HK-AD. Apui pun mendatangi orang yang sibuk menurunkan baliho itu dan mempertanyakan alasan pergantian baliho dari Nusantara ke HK-AD. “Saya tanya ke Hery Rusdi (Hery Bong), mengapa baliho Nusantara diturunkan,” cerita Apui kepada Equator, kemarin.

Hery Bong menjawab penggantian sudah minta izin dengan Franky, adik ipar Apui. “Saya bilang, kalau mau bongkar baliho itu tidak bisa. Lagi pula apa benar dia sudah minta izin dengan adik ipar saya,” kata Apui.

Hery pun diminta untuk menurunkan baliho HK-AD dan kembali memasang baliho Nusantara setelah keduanya adu mulut. Tak lama, rekan-rekan Apui datang dari Rumah Nusantara karena dapat kabar penurunan baliho itu. Tentu saja lokasi itu sontak ramai. Akhirnya setelah mengembalikan baliho Nusantara, Hery Bong bersembunyi di Hotel Prapatan yang berseberangan dengan Ruko Pro Mobile itu.

Terlanjur ramai, Tim Nusantara melapor penurunan baliho ke Polres Singkawang. Apui minta Hery datang ke polres guna menyelesaikan permasalahan. Sekaligus menyuruh Hery minta maaf.

Di Mapolres, Hery Bong menjelaskan pergantian baliho itu sudah mendapat izin dari Franky, pemilik Ruko Ponsel di depan Hotel Prapatan di Jalan Sejahtera itu. “Siang kemarin saya sudah meminta izin, kalau tidak diizinkan, mana berani saya memasang baliho itu,” katanya.

Ketika dikonfrontasi, Franky membenarkan Hery sudah meminta izin untuk mengganti baliho. Tetapi dia mengira baliho itu akan diganti dengan baliho Nusantara juga yang ukurannya lebih besar. Ternyata diganti baliho pasangan lainnya menjelang tengah malam.

Tim Konsultan Politik Nusantara, Alex, yang sempat turun ke lokasi minta Hery bertanggung jawab atas perbuatan tidak menyenangkannya itu. Karena kerumunan pendukung Nusantara kian ramai.

Hery berhasil didatangkan dan dimintai keterangan. Akhirnya Tim Sukses HK-AD ini bersedia membuat surat pernyataan permohonan maaf atas kesalahannya. Penandatanganan surat pernyataan itu disaksikan Budiman, Ketua Tim Sukses Nusantara, Konsultan Politik Nusantara Alex, dan Polres Singkawang. Masalah pun dianggap selesai, agar tidak mengganggu kondisi Singkawang yang kondusif.

Kapolres Singkawang AKBP Prianto SIk mengharapkan warga Kota Singkawang hendaknya berdemokrasi dengan baik. “Silakan memilih dan mendukung pasangan sesuai hati nurani. Tetapi jangan itu dijadikan alasan untuk memusuhi pendukung pasangan lain,” harapnya.

Prianto juga meminta masing-masing tim sukses pasangan kandidat untuk memerhatikan tata tertib dan ikut berperan dalam menjaga ketertiban dan keamanan Kota Singkawang menjelang pilwako 20 September. “Saya mengimbau agar tim sukses saling menjaga dan saling menghormati satu sama lain,” katanya.

Mengenai sengketa baliho itu, Prianto mengatakan tidak melarang pemasangan atribut kandidat. Tetapi, hendaknya pemasangan itu memerhatikan kenyamanan warga, meminta izin pemilik tempat. “Supaya semua pihak sama-sama enak atau tidak merasa berat atau dirugikan,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Badan Kesbangpolinmas Kota Singkawang Juandi SSos mengatakan dalam penandatanganan pemilukada damai kelak, hendaknya melibatkan tim sukses masing-masing pasangan calon.

“Bukan hanya pasangan calon yang tanda tangan, tim suksesnya atau korlap masing-masing juga harus tanda tangan, karena merekalah yang lebih besar persentasenya dalam berkomunikasi dengan masyarakat ketimbang pasangan calon,” jelasnya.

Kalau perlu, tambah Juandi, tim sukses dan korlap masing-masing pasangan calon itu hingga ke tingkat kecamatan menandatangani kesepakatan pemilukada damai. “Ini tentunya akan mempermudah koordinasi untuk menghindarkan hal-hal yang tidak diinginkan, semakin banyak pihak yang diajak berkoordinasi tentunya akan semakin baik pula,” katanya.

Juandi juga mengusulkan agar dibuat posko bersama yang petugas jaganya merupakan perwakilan seluruh pasangan calon. “Dengan adanya posko bersama ini bisa dijadikan ajang komunikasi guna menghindari adanya provokasi-provokasi dari pihak tidak bertanggung jawab,” jelasnya. (dik)