Pak Wapres, Apa Dampak Suriah di Kalbar?

Boediono: Indonesia Jangan Mubazir

Gubernur Kalbar Cornelis, Erwin H Lubis, Wapres Boediono
Rosadi Jamani
Gubernur Kalbar Cornelis dan Mayjen TNI Erwin H Lubis saat menyambut kedatangan Wapres Boediono di Pendopo

Pontianak – Wapres Boediono yang mantan menkeu mengingatkan dua krisis dunia membayangi Pemilukada Kalbar dan Pilwako Singkawang 20 September 2012. Bekas Gubernur BI ini juga bicara masalah keamanan Suriah nun jauh di sana sebagai pembelajaran.

“Dua krisis yang terjadi yaitu ekonomi dan keamanan menjadi pembelajaran bagi semua terutama kabupaten/kota di Indonesia. Khusus Kalbar, saya berharap dapat menjaga keamanan dan perekonomian karena akan menghadapi pemilukada di September mendatang,” ujar Wapres Boediono pagi Rabu (4/7) di Pendopo Gubernur.

Boediono bicara dua krisis dunia itu di hadapan para pejabat Forkorpimda Kalbar serta pejabat pemerintah lainnya, tokoh agama dan masyarakat serta pemuda dan jajaran perwira TNI/Polri.

Boediono mengingatkan, krisis ekonomi dunia 2012 ini merupakan yang terpanjang dibanding 2008 yang hanya beberapa bulan dapat segera diatasi, sehingga tidak berdampak besar terutama di Eropa dan di Suriah.

“Indonesia saat ini masih aman tapi harus tetap waspada. Karena kalau kita terlena maka kita juga akan mengalami hal yang sama. Menjaga dan mempertahankan keadaan yang sekarang ini adalah tugas dan kewenangan kita bersama,” kata Wapres.

Dia juga mewanti krisis yang terjadi di Eropa sudah merebak dan berimbas ke Indonesia dan beberapa negara Asia lainnya. Di Indonesia dirasakan pada penurunan ekspor seperti pertambangan, hasil pertanian, dan bahkan produksi.

“Ini keadaan yang kita hadapi bersama, bukan hanya satu-dua daerah. Dengan situasi seperti saat ini stamina kita harus ditingkatkan dan jangan habiskan apa yang dihasilkan dengan mubazir. Apalagi untuk tujuan yang tidak ada arah,” kata Boediono.

Masalah keamanan yang katanya juga berpengaruh di Indonesia seperti yang terjadi di Suriah dan Mesir saat ini. “Terjadi situasi politik yang tidak baik, bahkan Suriah saat ini sudah mengarah kepada perang saudara,” ujar Wapres.

Menurut kacamata Wapres Boediono, Eropa yang paling awal dilanda krisis ekonomi disusul pula oleh kekisruhan politik sejumlah negara di benua yang menganut ekonomi konservatif itu. “Sekarang ini hampir semua negara mengalami perlambatan, termasuk yang selama ini jadi motor penggerak seperti Cina, India, dan Brazil,” katanya.

Kendati krisis, dunia saat ini menghadapi masalah yang spesifik. Dampak negatif dari luar memberikan kerangka konkret di Indonesia dengan realitas yang dihadapi di lapangan. “Harus sama-sama kita jaga kestabilan politik dan ekonomi,” cetusnya.

Bagaimanapun, Boediono optimis walaupun Indonesia yang saat ini dari segi pendapatan dipengaruhi ekonomi dunia tetapi tetap tumbuh. Tidak seperti Eropa yang pergerakan pertumbuhannya lambat untuk pemulihan.

“Namun jika berupaya keras maka saya yakin kita bisa untuk mempertahankan tingkat perekonomian karena banyak investor yang sudah melirik Indonesia sebagai negara berkembang,” ujarnya.

Setelah Wapres bicara panjang lebar soal krisis ekonomi dan keamanan, Gubernur Cornelis melaporkan bahwa keadaan Kalbar saat ini dalam kondisi aman berkat kerja sama TNI Polri dan masyarakat.

“Pusat memberikan perhatian kepada perbatasan dan perumahan rakyat, melalui anggaran untuk 5.000 rumah yang juga disediakan untuk PNS, sehingga bisa dikerjasamakan dengan pemda untuk penyediaan tanah,” kata Cornelis.

Kalbar sebelumnya bermasalah dengan stok BBM sudah teratasi setelah diberikan tambahan kuota kepada Distamben. “Meski demikian, krisis ekonomi terjadi dan merupakan permasalahan bagi pendapatan masyarakat. Harga karet terpengaruh oleh krisis ekonomi dunia, yang turun drastis dari Rp 15 ribu melorot ke Rp 6 ribu,” ungkap.

Di sisi kesempatan kerja, diungkapkan gubernur bahwa dampak larangan ekspor barang tambang telah menimbulkan pengangguran. Akibat peraturan pemerintah pusat, terjadi PHK besar-besaran di sektor pertambangan Kalbar.

“Namun semuanya memerlukan proses. Untuk memperbaikinya ditutup dengan program pemerintah tentang pemberantasan kemiskinan serta meningkatkan bidang kesehatan, yang sejauh ini meningkat termasuk dunia pendidikan,” kata Cornelis.

Hadir dalam acara itu Menteri Perumahan Rakyat Jan Faried, Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto Dagdag, Pangdam XII Tanjungpura Mayjen TNI Erwin H Lubis, Kapolda Brigjen Pol Unggung Cahyono, Walikota Pontianak Sutarmidji, Bupati Sanggau Setiman, Bupati Kayong Utara Hildi Hamid. Wapres dan rombongan kemarin langsung terbang kembali ke Jakarta. (dna)