20 Ruko Pasar Ngabang Terbakar

Kebakaran ruko Jalan Pemuda Ngabang
Antonius Sutarjo
Warga berupaya menyelamatkan barang berharga miliknya

Ngabang – Sebanyak 20 rumah toko Jalan Pemuda, Dusun Tungkul, Desa Ilir Kota Ngabang terbakar, Sabtu pukul 02.00 dini hari. Penghuni ruko panik dan berupaya mengeluarkan barang dagangannya.

Pemilik warung kopi di kompleks ruko yang terbakar, Athtic, mengaku sedang tidur. Ketika terbangun api sudah mulai menjilat warung nasi yang bersebelahan dengan warung kopinya. “Saya tidak bisa menyelamatkan apa-apa, hanya pakaian di badan saja, Bang. Saya panik bingung apa yang mau dilakukan karena baru bangun tidur,” ungkap Athtic.

Kapolres Landak AKBP Hotma Voctor Sihombing mengatakan jajarannya masih melakukan olah TKP. Diperkirakan kerugian akibat kebakaran tersebut mencapai miliaran rupiah. “Walaupun asal api sudah dapat diketahui, namun kita tetap melakukan olah TKP guna memastikan sumber api yang sebenarnya,” jelas Hotma.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Widi Kiswantoro mengaku timnya baru menerima laporan dari Man, Wakil Ketua Tanggap Gawat Darurat Bencana (TAGGANA) sekitar pukul 03.00 dini hari. Tim BPBD langsung menuju ke lokasi dengan dua unit kendaraan pemadam kebakaran.

“Kalau ada warga yang mengatakan bahwa BPBD tidak datang, itu bohong. Kami ada di lokasi pada saat kejadian. Hanya laporan saja yang terlambat,” tegas Widi.

Ruko yang terbakar itu tak jauh dari kediaman Wakil Ketua DPRD Landak Klemen Apui. Dia mengatakan api diduga akibat arus pendek listrik dari Klinik Herbal.

“Saya sedang tidur di rumah, mendengar ribut-ribut dan teriakan warga. Saya pun keluar, melihat api di atas atap. Seketika itu juga saya langsung menuju lokasi dengan maksud membantu mengeluarkan barang milik adik saya karena rukonya juga ikut terbakar. Kami berdua mencoba masuk, mengeluarkan barang-barang yang dapat diselamatkan, walau harus melewati api,” ungkap Apui.

Apui menuturkan, saat api menghanguskan puluhan ruko, para pemiliknya tidak bisa berbuat banyak. Mereka hanya terdiam melihat satu per satu rukonya dilahap si jago merah. Karena pemadam kebakaran belum datang, maklum suasana malam.

“Saya melihat satu per satu ruko yang terbakar. Namun belum ada pihak yang membantu memadamkan api. Tak lama kemudian, barulah terlihat unit pemadam kebakaran dari Yayasan Hati Suci dan BPBD,” papar Apui.

Apui menyayangkan keterlambatan tim pemadam, baik dari BPBD dan Yayasan Hati Suci. Setelah 14 unit ruko ludes terbakar, bantuan dari mobil pemadam kebakaran Kabupaten Sanggau tiba. “Akhirnya sekitar jam 04.30 api baru bisa dipadamkan dan puluhan ruko sudah jadi arang,” kesal Apui.

Wakil Bupati Landak Herculanus Heriadi SE mengatakan Pemkab Landak akan sesegera mungkin memerintahkan tim untuk mengecek kebakaran tersebut. Tim yang akan turun nantinya dari BPBD, Dinas Kesehatan, dan Dinas Sosial. Tujuannya menginventarisasi kerugian warga. “Saat ini tim dari BPBD sedang berada di lokasi untuk memastikan kalau bara api sudah padam semua,” ungkap Heriadi.

Wakil bupati mengimbau warganya agar waspada di saat kemarau. Pastikan jika meninggalkan rumah, api kompor, listrik, bahkan kalau sedang menyalakan lilin, harus dicek terlebih dahulu. (tar)