RSUD Soedarso Tambah Peralatan Canggih

Ngapain Berobat ke Luar Negeri

Pontianak – Kepala Rumah Sakit (RS) Soedarso Pontianak dr I Gede Sanjaya SpOT mengaku terus membenahi pelayanan di RS milik Pemprov Kalbar tersebut. Bahkan kini RSUD Soedarso menambah peralatan Magnet Resonance Imaging (MRI) yang tergolong canggih.

“Alat itu berfungsi melakukan pencitraan diagnosis penyakit pasien. Sehingga masyarakat Kalbar tidak perlu lagi berobat ke luar negeri karena RS Soedarso sudah memiliki peralatan canggih,” yakin Gede pada wartawan.

Lebih lanjut Gede menerangkan, peralatan senilai Rp 8 miliar yang pembeliannya menggunakan APBN itu sangat membantu dokter dalam menjalankan tugasnya. Selain itu, masih ada Computed Tomography (CT) Scan untuk memperoleh gambaran tiga-dimensional dari ribuan gambar x-ray dua-dimensional. CT Scan dapat menghasilkan gambar-gambar yang sangat akurat dari objek-objek di dalam tubuh seperti tulang, organ, dan pembuluh darah.

Gambar-gambar ini sangat berguna dalam mendiagnosis berbagai penyakit seperti kanker, penyakit jantung, stroke, kelainan organ reproduktif, dan kelainan gastrointestinal. Citra yang dihasilkan CT Scan jauh lebih detail dibanding citra yang diperoleh x-ray biasa. “Alat CT Scan kita peroleh dari asuransi kesehatan,” terangnya.

Bicara SDM, diakui Gede, kemampuan dokter-dokter yang bertugas di RS Soedarso Pontianak tidak diragukan lagi. “Dokter di RS Soedarso Pontianak banyak yang mengenyam pendidikan spesialis di luar negeri. Bahkan mereka mengenyam pendidikan di tempat yang sama dengan pendidikan para dokter di Malaysia dan Singapura,” yakinnya pula.

Bahkan Gede memastikan, skill dokter yang bertugas di Kalbar tidak berbeda jauh dari dokter Malaysia dan Singapura. Sehingga warga Kalbar harus bangga dan mulai menanamkan rasa nasionalisme. Terlebih saat ini, dokter-dokter yang dimiliki RS Soedarso Pontianak terus meningkatkan kemampuan dan pengetahuan mereka melalui pendidikan spesialis. “Kemajuan teknologi di bidang kedokteran memberikan kemudahan bagi para praktisi kedokteran untuk mendiagnosis penyakit serta menentukan jenis pengobatan bagi pasien,” katanya.

Terkait masalah pelayanan, Gede mengakui, RS Soedarso Pontianak tidak menggolongkan pelayanan untuk pasien umum, Askes, atau Jamkesmas. Hanya setiap pasien yang berobat menggunakan fasilitas Askes dan Jamkesmas, harus melengkapi dahulu administrasi mereka. “Kita tidak pernah berbelit-belit. Kalau memang administrasi pasien Askes atau Jamkesmas lengkap, pasti kita layani dengan cepat,” pungkas Gede. (dna)