Pontianak – Meledak! Itulah sambutan terhadap koran politik pertama di Kalimantan, Harian Rakyat Kalbar, Senin 9 Juli 2012 kemarin. Penerbitan perdananya diterima antusiasme yang luar biasa dari berbagai kalangan.
Salah seorang intelektual di Kalbar, yakni Rektor Universitas Tanjungpura Prof DR Thamrin Usman DEA mengapresiasi perubahan segmen media ini. Ilmuwan ini berharap kehadiran Harian Rakyat Kalbar bisa membawa kemajuan yang berarti bagi Kalbar.
“Pertama, saya mengucapkan selamat kepada Harian Equator yang sudah berganti nama menjadi Harian Rakyat Kalbar. Artinya orang-orang yang ada dalam media ini sudah bisa mengantisipasi peluang dan tantangan ke depan,” ungkap Thamrin kepada RK, Senin (9/7).
Dengan nama dan konten baru Thamrin juga mengharapkan ada pemikiran baru. Tentunya dibarengi adanya upaya membangun masyarakat Kalbar yang madani dan lebih baik.
“Yang lebih penting bagaimana koran ini menjadi penyejuk situasi di Kalbar. Supaya provinsi ini lebih cepat maju dan berkembang. Juga diharapkan bisa mengakselerasi masyarakat yang tersebar di 14 kabupaten/kota di Kalbar,” paparnya.
Kalbar, lanjut Rektor, akan menyelenggarakan pesta demokrasi besar yaitu Pemilihan Gubernur (Pilgub) dan Pilwako Singkawang dan banyak pemilukada berikutnya. Bahkan pada 2014 ada pileg dan pilpres.
Kehadiran koran ini, katanya lagi, diharapkan bisa menjadi bagian dan ikut dalam menjaga stabilitas. Karena masyarakat Kalbar yang plural ini sangat mudah terprovokasi.
“Jadi pemberitaannya harus benar-benar objektif sehingga tidak ada menimbulkan multitafsir. Yang tidak kalah pentingnya juga bagaimana pilgub ini bisa berjalan dengan aman,” harap guru besar Untan ini.
Pemersatu
Pengamat politik Kalbar Jumadi SSos MSi menyambut terbitnya koran Rakyat Kalbar dengan harapan bisa menjadi perekat dan pemersatu masyarakat.
“Kita berharap dengan performance yang baru, ada semangat baru yang dibawa oleh Harian Rakyat Kalbar. Semangat baru ini tentunya tidak boleh lepas dari beberapa fungsi utama. Sebagai media informasi, pendidikan, hiburan, dan tidak melepaskan sebagai fungsi kontrol,” tegas Jumadi di kediamannya, kemarin.
Menurutnya, satu hal yang juga sangat penting. Karena Rakyat Kalbar 60 persen isinya adalah pemberitaan politik. Jadi yang harus dikedepankan bagaimana Rakyat Kalbar ini bisa menjadi perekat dan pemersatu masyarakat. Apalagi di Kalbar ini identik dengan politik identitas.
“Walaupun domainnya sosial politik, tetapi juga bisa sebagai alat perekat masyarakat Kalbar yang plural. Momentum pilgub ini peran media adalah sebagai kontrol sosial. Jadi, Rakyat Kalbar punya tanggung jawab sosial. Bukan sebagai pemicu dan alat segelintir orang, tetapi bisa memberikan informasi yang objektif,” ingat Jumadi, Dosen FISIP Untan ini.
Rakyat Kalbar harus memberikan pemberitaan yang berimbang. Itu menjadi tanggung jawab media ini ke depan. Karena tidak jarang di kondisi pemilu ada pemberitaan-pemberitaan yang digiring oleh kelompok tertentu.
“Tetapi Harian Rakyat Kalbar punya kekhasan tersendiri. Yaitu lebih mengutamakan informasi lokal,” pungkasnya. (kie)
