Pilih Vakum, AAC Lepas Dukungan ke Armyn

Pontianak – Masyarakat Kalbar boleh bingung. Kendati bernama Ali Anyang Center (AAC) yang didirikan atas dukungan, restu, dan memopulerkan nama Mayjen TNI Armyn A Alianyang, kini memilih vakum.

“AAC mengambil sikap tidak mendukung pemenangan terhadap salah satu calon gubernur dan wakil gubernur dalam Pemilukada Kalbar,” tegas Koordinator AAC Ir Bambang Widianto, pada konferensi pers usai rapat koordinasi AAC se-Kalbar di Hotel Merpati, Kamis (12/7) tengah malam.

Menghindari semakin meluasnya prasangka negatif, bahkan fitnah dalam hiruk-pikuk politik, Bambang menyatakan seluruh kepengurusan dan aktivitas yang mengatasnamakan organisasi ini dinyatakan berhenti (vakum) hingga tahapan Pemilukada Kalbar selesai.

Organisasi yang dideklarasikan 20 Oktober 2011 itu tersirat mencabut dukungan kepada Armyn. Padahal AAC adalah organisasi paling pertama mendukung majunya jenderal bintang dua itu ke pesta demokrasi rakyat Kalbar.

“Pengurus AAC berkesimpulan, kebijakan mensosialisasikan nilai-nilai kepahlawanan Ali Anyang dengan cara menampilkan simbol kepemimpinan dari salah seorang bakal calon gubernur (Armyn), merupakan pilihan yang justru dapat mengerdilkan cita-cita besar dan mulia dari lahirnya organisasi ini,” jelas Bambang.

Sikap AAC itu dituangkan dalam keputusan bersama pengurus AAC se-Kalbar. Ditandatangani Koordinator ACC, dan Koordinator Daerah (Korda) se-Kalbar yakni Mempawah, Singkawang, Sambas, Sekadau, Melawi, Sintang, Kubu Raya, Kayong Utara, dan Ketapang.

Dia menegaskan, keputusan ini berlaku dan harus dipatuhi seluruh pengurus AAC untuk semua tingkatan, mulai dari pusat, daerah, kecamatan, hingga pengurus desa/kelurahan.

Sambil minta maaf kepada masyarakat Kalbar atas kekhilafannya, Bambang menyampaikan terima kasih atas kepercayaan dan partisipasi yang telah diberikan kepada AAC.

Ia juga mengklarifikasi beredarnya fitnah yang menyatakan dirinya mengundurkan diri, mencari pengganti Koordinator AAC baru, lalu memerintahkan korda untuk terus menjalankan program.

Menurutnya, fitnah juga disebut sebagai memindahkan Sekretariat AAC, yang disebarkan oleh pihak-pihak yang secara hukum tidak memiliki hak mengatasnamakan AAC. “Kepada seluruh pengurus di semua tingkatan untuk tidak mengindahkannya,” Bambang mengingatkan.

Sementara itu, Mayjen TNI Armyn A Alianyang belum juga berhasil dikonfirmasi setelah dihubungi berkali-kali via selularnya. Begitu juga dengan parpol pendukung seperti PPP dan Partai Hanura, Sekretaris DPW PPP Kalbar H Retno Pramudya SH MH dan Ketua Partai Hanura Kalbar H Baharuddin Nahris juga tidak menjawab SMS. (jul)