Harga Normal, Stok Sembako Aman

Beras Cukup Gula pun Tersedia

Pontianak – Stok sembako sebulan ke depan dijamin aman. Jaminan itu dikemukakan Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri dan Kemetrologian Disperindag Kalbar Paskaria Ema saat rapat bersama Wagub Kalbar, Kamis (12/7).

Menurutnya, Disperindag setiap hari melakukan pemantauan harga di empat pasar tradisional yaitu Pasar Flamboyan, Dahlia, Kemuning, dan Mawar. Sampai saat ini harga sembako juga normal.

“Beras sampai 12 Juli masih tetap sama. Stok beras yang ada dari perdagangan antarpulau tidak termasuk dari Dinas Pertanian dan Bulog. Stok beras secara keseluruhan 22.579,610 ton. Sedangkan kebutuhan Kalbar per bulan sekitar 52 ribu ton,” kata Paskaria.

Ia menjelaskan, harga beras IR 42 Rp 9.825 per kg. Dengan harga rata-rata bulan lalu Rp 9.868, 33 per kilogram. Jadi, ada penurunan sekitar 0,44 persen.

Kemudian beras IR 64 harganya Rp 9.725 per kilogram. Beras Siam Rp 10.375 per kg. Harga rata-rata bulan lalu sama.

“Yang ada kenaikan beras pandan wangi. Sekarang harganya Rp 9.875 per kilo. Sementara harga rata-rata bulan lalu Rp 9.723,33 per kilog. Terjadi kenaikan sekitar 1,56 persen,” jelasnya.

Gula pasir stoknya 3.680 ton. Sementara kebutuhan per bulan sekitar 5.370 ton. Harganya sekarang Rp 12.125 per kg. Harga rata-rata bulan lalu Rp 11.54, 17 per kilo. Artinya ada kenaikan sekitar 5,10 persen.

“Rekomendasi yang sudah kita berikan kepada PT APP dari Mei sekitar 4.750 ton dan realisasinya sampai sekarang masih berlanjut. Kita juga sudah cek ke gudang PT Asia Sekawan, distributor yang ditunjuk dari pusat. Jadi ada stok gula sekitar 1500 ton. Sudah 1.000 ton disalurkan dan akan datang 2.500 ton. Jadi dari stok keseluruhan kami perkirakan mencukupi untuk kebutuhan sebulan ke depan,” papar Paskaria.

Kemudian, stok minyak goreng curah ada 4.210,821 ton. Kebutuhan per bulan 3.991,10 ton. Ada juga kelebihan. Harganya Rp 11.125. Harga rata-rata bulan lalu Rp 11.375 per kilogram.

Mentega saat ini stoknya ada 11,382 ton. Kebutuhan per bulan 2,74 ton. Kemudian harga mentega khusus Simas Rp 18.000 per kilogram. Tepung terigu stoknya 2. 940 ton. Kebutuhan per bulan 452,58 ton. Harga pada hari ini Rp 7.250 per kilogram. Kedelai kebutuhan per bulan 683,11 ton. Harga Rp 7.500 per kilogram.

Daging sapi kebutuhan per bulan stoknya 313,91 ton. Harga Rp 76 ribu per kilogram. Daging ayam ras kebutuhan per bulan rata-rata 2.152,50 ton. Harga Rp 21.500 per kilogram. Daging ayam kampung harga Rp 43,250 per kilogram.

“Antisipasi kita menjelang Ramadan dan Lebaran Idulfitri melakukan koordinasi dengan instansi terkait. Kemudian dengan kabupaten/kota yang membidangi perdagangan, asosiasi, dan pengusaha. Selain itu, melakukan pemantauan langsung ke pasar. Melakukan pasar murah kerja sama dengan PKK provinsi,” jelas Paskaria.

Di tempat yang sama, Wagub Drs Christiandy Sanjaya mengimbau semua pihak yang hadir rapat supaya membantu demi kelancaran menyambut bulan suci Ramadan. Terutama yang rawan terjadi adalah peningkatan harga sembako.

“Sesuai amanat Mendagri kepada gubernur dan bupati/walikota yang diterima tanggal 21 Juni 2012 supaya menjaga stabilitas harga menjelang Ramadan. Melakukan operasi pasar. Menyalurkan beras raskin,” ungkap Christiandy.

Selain itu meningkatkan kelancaran arus barang dan orang. Memastikan ketersediaan transportasi barang dan orang. Mengantisipasi penumpang yang tidak terangkut terutama menjelang hari raya Idulfitri. Mengamankan kelancaran arus mudik Lebaran dan Natal. Mewujudkan ketenteraman dan ketertiban di masyarakat.

“Saya juga minta kepada PT Pelindo cabang II Pontianak agar dapat memprioritaskan pembongkaran dan antrean armada yang mengangkut barang-barang pokok. Kemudian kita juga minta kepada Pertamina supaya stok BBM dan LPG aman. Selain itu, untuk PLN supaya mengupayakan tidak ada gangguan pemadaman terutama mau menjelang berbuka puasa. Ibadah malam, tarawih, dan sahur serta perayaan hari besar,” pinta Wagub.

Untuk menunjang kelancaran arus transportasi ia minta kepada Dinas Perhubungan dan Telekomunikasi dan Informatika Kalbar. Supaya melakukan pemantauan kesiapan armada transportasi terutama menjelang hari besar keagamaan. Khususnya H-7 sampai H+7. Dalam rangka mengamankan kebijakan ini ia berharap dukungan dari kadis, asosiasi, dan pelaku usaha di daerah. (kie)