Erma Suryani Ranik

Ketua DPC 50 Persen Harus Perempuan

Tak banyak yang mengenal sosok perempuan mantan aktivis dan wartawan ini. Tapi di timur Kalbar dia cukup populer karena sering turun lapangan sebagai Senator Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dengan nomor anggota B 80 sejak pemilu 2009.

Namanya Erma Suryani Ranik. Terjun ke dunia politik memang impiannya dan ingin kaum hawa tidak didominasi pria melainkan keseimbangan saling mengisi.

“Selama ini asumsi masyarakat terhadap politik sebagai sesuatu yang kejam, sadis, penuh intrik dan kepura-puraan serta kotor. Itu harus dihapus dengan memberikan pendidikan politik khususnya kepada perempuan,” katanya.

Pendidikan politik mutlak diberikan kepada masyarakat agar asumsi orang yang salah terhadap politik dapat dibersihkan. Penyebab sedikitnya perempuan tidak mau terlibat di dunia politik salah satunya adalah asumsi yang salah.

“Seluruh partai bertanggung jawab memberikan pendidikan politik kepada masyarakat luas,” tegas wanita berkacamata ini kepada Rakyat Kalbar, Jumat (13/7).

Dia bangga kini di Kalbar sudah muncul bahkan dapat menjadi ketua DPRD, fraksi, dan ketua DPC dari kalangan perempuan. Karena itu perempuan harus mengasah talenta agar tidak lagi sekadar pelengkap penyerta.

Perempuan Dayak yang lahir di Kabupaten Ketapang, 14 Mei 1975, putri seorang Bintara Polri dan ibu yang mantan buruh pabrik ini mengaku menyesalkan perempuan yang belum berada di puncak eksekutif.

“Kalau untuk kepala SKPD sudah ada, tetapi kita menunggu wanita yang menjabat sebagai asisten, di Kalbar belum ada,” kata Ema.

Terhadap perempuan di Kalbar sendiri, wanita yang dulunya sempat menjadi jurnalis ini menginginkan perempuan dapat memimpin di dewan pembina cabang, agar dapat memberikan motivasi lebih kepada perempuan dan membuktikan bahwa perempuan Kalbar juga layak menjadi pemimpin.

“Minimal harapan saya 50 persen ketua DPC adalah perempuan meski keterlibatan kaum hawa di dunia politik, tidak saja di Kalbar, bahkan di Indonesia juga masih tergolong sangat sedikit,” tuturnya.

Terhadap pemilukada yang akan berlangsung beberapa bulan ke depan, ia yakin pesta demokrasi itu akan berlangsung aman dengan suasana kondusif terkendali. “Saya yakin pemilukada di Kalbar September mendatang akan berjalan aman,” kata Ema optimis. (dna)