Hj Mardiana SH

Politik Amar Ma’ruf

Hj Mardiana SH
Hj Mardiana SH

Tidak ada lagi masalah gender dalam dunia politik di Indonesia. Itu diakui oleh Hajjah Mardiana SH, legislator Partai Persatuan Nasional (d.h. PPD) yang berlogo payung itu.

Anggota DPRD Kota Pontianak ini mengatakan perempuan punya hak berpolitik tak ubahnya pria. Karena laki-laki dan perempuan berkewajiban untuk amar ma’ruf nahi munkar melalui berbagai cara termasuk melalui media politik.

“Islam tidak membedakan laki-laki dan perempuan dalam hak-hak individu dan hak-hak kemasyarakatan. Bahwa semua hak tersebut harus diletakkan dalam batas-batas kodrati perempuan,” kata Hj Mardiana kepada Rakyat Kalbar, Kamis (19/7).

Namun dia harus mengakui bahwa posisi perempuan dalam memperjuangkan hak politiknya di pemerintahan hingga kini masih menghadapi cukup banyak tantangan.

“Selain karena derajat keterwakilannya yang masih jauh di bawah ideal, sejumlah tantangan lainnya pun menjadi pekerjaan rumah yang tak mudah untuk diselesaikan,” ujarnya.

Sekarang ini, lanjutnya, adalah perang besar bagi seorang politikus perempuan untuk memberikan aspirasi kepada kaum perempuan lainnya. Bahwa sekarang ini siapa saja boleh menjadi seorang politikus.

“Jadilah seorang politisi untuk menyambung aspirasi masyarakat. Bukan mementingkan diri. Ingat, politik adalah untuk menyampaikan aspirasi masyarakat,” ujarnya.

Mardiana punya prinsip bahwa sesuatu termasuk politik, bila ditangani oleh orang yang tidak bagus pasti hasilnya juga tidak bagus. Tetapi kalau seorang politikus itu bagus, jelas warna politik itu sendiri akan bagus dan sangat aspiratif terhadap masyarakat.

“Maka setiap orang yang berpolitik, pasti ada yang berpolitik hanya memanfaatkan masyarakat saja. Untuk kepentingannya pribadi, dia tidak memikirkan makna dan tujuan dari politik itu sendiri,” katanya.

Kesan bahwa politik itu kotor dan kejam tidak pandang kawan atau lawan, itu tadi terpulang di tangan siapa politik itu dijalankan. “Semuanya akan dia makan dan dikhianati, siapa pun orangnya,” jelasnya.

Tetapi, lanjut Mardiana, banyak politikus yang bagus. Dia merasa tak hanya ada kepentingan pribadi, politik untuk kepentingan masyarakat. “Pendidikan politik yang baik inilah yang kita selalu harus belajar. Supaya semua orang bisa berpolitik dengan baik,” katanya.

Dia mengingatkan agar kaum perempuan jangan takut berpolitik. Tidak ada pembatasan kaum perempuan untuk berpolitik. Negara ini bisa maju, bukan hanya karena kaum laki-laki. Tetapi semuanya berperan memajukan bangsa dan negara ini.

“Kita sudah merasakan bagaimana menjadi seorang politikus. Memang tidak dimungkiri, kadang-kadang politik itu bisa menyesatkan kita ke jurang yang tidak benar. Tetapi Insya Allah, kalau niat kita menjadi politisi yang baik pasti tercapai. Kita akan menjadi teladan bagi politisi yang lain,” ungkapnya. (hak)