Nun di ujung Kalbar, di Uncak Kapuas, perempuan pun menggebrak kemajuan bagi kaumnya seperti yang diperjuangkan Nurjannah Aini AMd. Melalui politik, perempuan bukan hanya bisa memperjuangkan masalah kesetaraan gender, tapi juga problem masyarakat yang oleh kaum pria sering diabaikan.
“Banyak yang dapat dilakukan kaum perempuan. Asal ada kemauan pasti ada jalan,” ujar anggota DPRD Kapuas Hulu yang punya keinginan agar kaumnya di pedalaman timur Kalbar tidak ketinggalan dari warga perkotaan.
Pada kesetaraan gender, Nurjannah menginginkan kaumnya berbuat untuk menentukan jalannya sendiri selain hanya mengurus anak dan dapur. Kodrat boleh-boleh saja tapi bukan harga mati perempuan hanya terpaku pada tungku dan status “orang rumah”.
“Ketika kesetaraan gender dikumandangkan, jangan sampai kaum perempuan sendiri malah apatis. Dengan berpolitik, perempuan tidak hanya dapat memperjuangkan kaumnya. Tapi juga diharapkan dapat berjuang dan bermanfaat bagi masyarakat banyak,” ujar politisi Partai Bintang Reformasi (PBR) itu.
Perempuan kewajibannya memang mengurus anak dan suaminya, namun bukan berarti tidak boleh menekuni profesi lainnya. Mengayomi anak-anak dan mengurus keluarga itu kan bagian dari hidup saja. Tak masalah mengurus rumah tangga dapat dilakukan bersamaan dengan karier.
Pada 2008 Nurjannah memutuskan untuk terjun ke dunia politik. Selain guna memperjuangkan kesamaan gender, ia bermaksud memotivasi kedua putrinya bahwa perempuan pun harus dapat berkarya dan tidak hanya mengurus dapur.
Begitu terjun ke politik, nasibnya bagus saat mencalonkan diri sebagai anggota legislatif. Dia salah seorang dari tiga perempuan yang duduk di kursi dewan.
“Perempuan jangan takut berpolitik. Dan jangan berpikir untuk menjadi caleg mesti diukur dengan materi atau uang. Karena setiap perempuan memiliki peluang untuk duduk menjadi anggota dewan,” tandas ibu dua putri ini.
Nurjannah pun mengajak kaumnya bersiap dan membantu mereka untuk sharing dan membagi pengalaman bila berniat jadi caleg. Kalau lebih banyak perempuan duduk di legislatif akan mempercepat program memajukan kaumnya.
“Di Kapuas Hulu baru tiga perempuan yang duduk di legislatif dan ini belum mencapai syarat 30 persen. Saya berharap pileg 2014 nanti keberadaan perempuan akan lebih banyak lagi di Dewan. Mulai dari sekaranglah perempuan harus lebih berani untuk terjun ke dunia politik,” ujarnya.
Kesetaraan gender, lanjutnya, mesti terus diperjuangkan walaupun gender perlu pengorbanan, baik tenaga, pikiran, waktu, mental, maupun materi. “Kalau bukan kita kaum perempuan, siapa lagi yang akan memperjuangkan kaum perempuan itu sendiri. Selama kita masih bisa berkarya, mari perjuangkan kesetaraan gender,” tuntasnya. (aRm)

