Pemilu 2009 tidak berpihak kepada perempuan atau partai setengah hati mengedepankan 30 persen kaum hawa mewakili rakyat di dewan? Tasnia Abdullah memang tak punya jawaban pasti.
“Optimisme kaum perempuan terjun ke dunia politik bukan untuk membelakangi kaum pria ataupun melupakan kodratnya. Tapi berjuang demi harkat dan kepentingan masyarakat,” ujar pengurus Harian Partai Demokrat Kalbar kepada Rakyat Kalbar, Kamis (2/8).
Ketentuan 30 persen keterwakilan perempuan di legislatif juga belum menjadi prioritas menurut Tasnia, karena minimnya minat perempuan mengurus partai. Meskipun potensi perempuan di politik cukup besar.
“Kesetaraan sangat besar, seharusnya yang berminat melakukan pendekatan pada orang-orang politik atau parpol yang sesuai dengan visi misi dan hati nuraninya,” ujar ibu tiga anak kelahiran 19 Agustus 1970 ini.
Secara formalitas, dia mengakui peluang wanita di Demokrat sangat besar dan luas untuk mengepakkan sayap. Tidak dibedakan siapa saja yang ingin terjun di politik diberi kesempatan oleh partai berlambang mercy tersebut.
“Perempuan punya kapabilitas dan kemampuan untuk memajukan warga negara agar terjadi balancing atas kaum pria yang selama ini memotivasi kepentingan politik,” katanya.
Ia berharap seluruh wanita selain diberikan kesempatan juga mendapat kesempatan menyampaikan ide dan masukan positif bagi bangsa dan negara. Tidak ada lagi rasa minder apalagi malu atau terbelakang karena kesempatan saat ini terbuka lebar bagi siapa saja yang mau dan serius menekuni politik.
“Kalau ingin memperjuangkan kaum wanita, siapa lagi kalau bukan wanita itu sendiri. Saya yakin perempuan di Kalbar dapat maju dan berkembang seperti perempuan-perempuan yang sudah lebih dulu maju di level nasional,” pungkasnya. (dna)

