Nur'aida SAP

Jadi Perempuan Jangan Menyerah

Nur'aida
Arman Hairiadi
Nur'aida

Semua perempuan sepertinya merasa berutang budi dengan RA Kartini yang membuka belenggu perempuan terkungkung di rumah tangga, memasak, melayani suami, dan merawat anak.

Karena itu Nur'aida SAP sangat bangga dengan RA Kartini yang dengan tulisan-tulisannya tentang nasib perempuan pingitan, telah mengilhami perkembangan terkini.

“Perempuan yang ingin maju harus dimulai dari dirinya sendiri. Kodrat bukannya harus pandai mengurus dapur saja. Perempuan itu didorong untuk bisa berkarya,” legislator Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di DPRD Kapuas Hulu ini.

Karena itu jangan sia-siakan perjuangan RA Kartini menyamakan emansipasi perempuan. Di era global kini perempuan derajatnya sama dengan pria, begitu pun kewajibannya yang hierarkis sebagai makhluk ciptaan Tuhan.

“Wadah berkarya bisa di organisasi wanita. Ormas wanita sangat menjamur termasuk lembaga tablig sekalipun. Pilih mana yang cocok dilakoni.

“Banyak sektor yang bisa dimasuki. Tidak ada larangan perempuan berorganisasi, selama masih bisa tetap menjaga kodratnya sebagai wanita. Ingat perjuangan RA Kartini agar kita tidak ketinggalan dengan kaum pria dalam mengisi pembangunan,” kata Nur’aida.

Berorganisasi jauh lebih baik ketimbang sekadar berkumpul yang tidak berguna, walaupun arisan tidak dilarang. Banyak hal baru yang dapat dipelajari di organisasi. “Kita dapat lebih memberikan manfaat bagi orang banyak dan menambah wawasan,” ujarnya.

Perempuan jangan apatis. Mungkin pemberantasan korupsi bermula dari perempuan yang mencegah suaminya mencuri uang dan fasilitas negara, bukan sebaliknya. Karena itu dibutuhkan pendidikan dan keimanan.

“Perempuan juga harus mengejar pendidikan yang tinggi. Status sebagai ibu rumah tangga jangan dijadikan alasan untuk mengejar pendidikan. Karena pendidikan juga sebagai modal mengurus rumah tangga,” ingatnya.

Agar termotivasi, Nur'aida menyarankan meneladani figur-figur perempuan yang sukses. Dia sendiri memiliki figur perempuan idola, yaitu Alm Ustazah Dra Yoyoh Yusro yang pernah duduk di DPR RI, yang juga dari PKS.

“Beliau itu, walaupun sibuk sebagai wakil rakyat namun bisa membesarkan kesebelas anaknya dengan baik. Banyak anak almarhumah menjadi hafiz dan hafizah,” tutup Nur’aida. (aRm)