Pontianak – Enam replika naga sudah didaftarkan ke Panitia Cap Go Me 2013 Kota Pontianak dengan satu liong sepanjang 60 meter untuk puncak acara Hari ke-15 Imlek 2564.
“Sampai saat ini baru enam naga yang mendaftar dan kita masih tetap membuka pintu jika ada penambahan. Naga yang ada sudah siap diturunkan. Sedangkan untuk stand pasar malam saat ini sedang kita persiapkan,” tutur Ketua Panitia Cap Go Me 2013 Buyung Bunardi kepada Rakyat Kalbar, Senin (4/2) malam.
Pasar malam yang juga berisi Festival Kuliner serta panggung hiburan rakyat akan diramaikan dengan 100 stand di sepanjang Jalan Diponegoro Pontianak. Stand diisi dengan kuliner khas Kalbar dan dibuka 20-24 Februari 2013.
Sementara itu, diperkirakan dini hari tadi 13.000 lampion yang dipasang oleh Yayasan Bhakti Suci (YBS) akan rampung. Warga Kota Pontianak sudah merasakan kemeriahan tanglung yang lebih semarak dibandingkan tahun lalu. Sepanjang Jalan Gajah Mada, Pahlawan, Tanjungpura, dan Diponegoro terasa merah.
“Semua lampion disiapkan oleh Yayasan Bhakti Suci. Sedangkan pemasangannya secara gotong royong. Pemadam Kebakaran Panca Bhakti menyiapkan mobil damkar bersama anggotanya dibantu Pemuda Pancasila. Kita pastikan dalam waktu 2-3 hari ini pemasangannya akan rampung. Maklum pemasangannya tengah malam saat jalan sepi lalu-lintas,” jelas Buyung.
Sabtu (2/2) malam lalu Ketua YBS The Iu Sia SH MH pun turun ke lapangan hingga lewat tengah malam memantau pemasangan lampion. Asia, begitu dia biasa disapa, bangga dengan warga yang sukarela memasang tanglung tanpa dibayar sesen pun.
“Ini namanya semangat kebersamaan yang tumbuh, saling mendukung, dan menambah keharmonisan. Kalau dibayar atau pakai uang, siapa pun bisa kan. Tetapi ini sukarela turun hingga subuh, yah, sama-sama makan nasi bungkus saja,” kata Asia bangga.
Sementara di jajaran panitia juga sama-sama bekerja bahu-membahu. Bukan saja yayasan atau pemadam kebakaran maupun ormas, tetapi aparat pun ikut bersama menyukseskan acara ini.
“Kita ingin merayakan Imlek dan Capgome dalam suasana persaudaraan dan kebersamaan. Jadi, menyatukan gerak masyarakat, Pemkot serta aparat keamanan untuk mengembangkan event pariwisata kultural dan sakral ini,” tutur Ketua Yayasan Bhakti Suci The Iu Sia SH MH kepada Rakyat Kalbar, Sabtu (2/2) tengah malam, di Jalan Diponegoro.
Menurutnya, pemasangan lampion ini untuk memperindah kota yang menjadi tujuan wisata. Kota Pontianak sebagai gerbang provinsi dan Singkawang kota wisata budaya juga yang sama-sama menggelar acara Capgome.
Panitia Imlek dan Capgome menyiapkan lampion yang dirakit di yayasan maupun di PK Panca Bhakti. Malam hari saat lalu lintas tidak ramai baru dipasang.
“Jadi tambah menarik lagi akan ada atraksi naga bersinar di malam hari di depan Alun-alun Kapuas, dengan bulan purnama hari ke-15 yang menjadi ciri khas Capgome di Kota Pontianak,” ujar Asia.
Hotel-hotel di Kota Pontianak pun mulai penuh untuk acara Capgome dan booking kamar sejak bulan lalu. Diperkirakan uang yang beredar ratusan miliar, karena wisatawan bukan saja dari berbagai kota besar se-Nusantara tapi juga turis mancanegara.
Didaftarkan ke Wonder of World
Di Singkawang, selain bakal hadirnya tiga menteri dan 15 duta besar (dubes), Festival Imlek dan Capgomeh Kota Singkawang 2013 semakin tambah spesial dengan akan didaftarkan event nasional ini sebagai Keajaiban Dunia (Wonder of World).
“Ini akan didaftarkan sebagai festival budaya yang termasuk Keajaiban Dunia,” kata Daniel Johan, Wakil Ketua Panitia Festival Imlek dan Capgome Kota Singkawang 2013 kepada wartawan, Senin (4/2).
Keinginan untuk mendaftarkan Festival Imlek dan Capgome tahun ini ke Wonder of World itu terungkap pada rapat panitia pada Jumat lalu.
“Festival Imlek dan Capgomeh harus menjadi milik semua warga Kalbar, sebagaimana festival budaya Dayak dan Melayu yang sangat berharga dan menjadi milik kita bersama, karena itulah warisan budaya Indonesia yang harus terus kita jaga dan menjadi kekayaan dan kebesaran Indonesia,” kata Daniel.
Apabila masuk sebagai Keajaiban Dunia, tentunya akan menjadi sesuatu yang sangat membanggakan. Bukan hanya bagi Singkawang, Kalbar, tetapi juga bagi Indonesia. Sehingga semua pihak diharapkan turut berpartisipasi menyukseskannya.
Daniel optimis, perayaan tahun ini akan lebih meriah dari tahun-tahun sebelumnya. Tanda-tandanya sudah mulai kelihatan seperti akan hadirnya tiga menteri dan 15 dubes.
Belum lagi, tambah dia, Festival Imlek dan Capgome Singkawang bertepatan Balap Sepeda Internasional Tour of Khatulistiwa yang diikuti lebih dari 10 negara. “Peserta Tour of Khatulistiwa ini akan melintas ke Singkawang bersamaan waktunya dengan kegiatan Festival Capgome sehingga akan semakin memeriahkan festival,” kata Daniel.
Menurut dia, hal ini tentunya menjawab kekhawatiran warga tentang kemeriahan Festival Imlek dan Capgomeh Singkawang tahun ini. Apalagi Wakil Gubernur Christiandy Sanjaya, Wakil Walikota Singkawang Abdul Mutalib, dan panitia bertekad untuk lebih memeriahkan event nasional ini.
“Semua mengharapkan agar masyarakat Singkawang sebagai tuan rumah dapat menjaga keamanan dan kenyamanan segenap peserta dan tamu yang hadir,” ujarnya.
Daniel mengajak semua warga kota bukan saja menyukseskan acara, tapi menjaga seluruh warisan budaya Indonesia dan menempatkannya di tempat yang tinggi dan terhormat. “Sehingga Kalbar akan menjadi contoh kebhinnekaan dan keharmonisan di antara sesama anak bangsa, yang dipuji oleh bangsa lain,” katanya. (kie/dik)

