Meliau. Tindakan brutal massa telah memecah suasana Kalbar yang awalnya damai. Dalam kasus pembunuhan di Desa Baru Lombak, Meliau Kabupaten Sanggau, ternyata diiringi aksi lain, otak korban yang sudah meninggal dimakan para pelaku pembunuhan tersebut.
Menurut penuturan Bi, 40, salah seorang warga setempat, dirinya mengaku sempat mencicipi otak korban. Hal itu dilakukan, karena takut ancaman para pelaku. “Saya pas pulang dari kebun. Langsung disetop, kamu dari mana dan apa yang dibawa. Saya jawab, bawa buah Sukun. Ini makan dulu. Kemudian saya tanya ini apa, otak orang. Makan jangan sampai tidak,” tirunya ketika memberikan keterangan singkat di depan Kapolda Kalbar, Ketua Harian DAD Yakobus Kumis dan Kapolres Sanggau, kemarin.
Ia mengaku sangat terpaksa memakan otak itu. Rasanya seperti otak babi. Kemudian ia diberitahukan bahwa puluhan orang itu telah melakukan pembunuhan. Bahkan mobilnya telah dibakar. Pria berpostur kecil itu, mengaku penasaran dan langsung menuju tempat yang dikatakan. “Saya katakan dengan salah satu orang itu, ini mobil saya kenal, kan sering jualan di sini,” ujarnya.
Kendati demikian, ia mengaku tak semuanya mengenal para pelaku. “Saya tadi dikasih tahu adik yang mengatakan banyak polisi di rumah. Saya merasa tak salah, jelas untuk apa takut. Saya tak semuanya mengenal pelaku itu karena banyak,” dalihnya.
Pria ini juga turut diamankan, untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Sementara, sebelumnya petugas telah mengamankan juga dua orang saksi yang melihat langsung kejadian itu. “Bapak ini diamankan dulu. Untuk dimintai keterangan lebih lanjut,” perintah Kapolda kala itu.
Terlepas dari itu, tak banyak yang mengetahui riwayat hidup kedua korban. Pasalnya, selain warga perantauan. Di satu sisi, tak selembar pun identitas yang utuh milik kedua tersangka. Termasuk pula, pelat nomor polisi mobil Carry milik korban. Kuat dugaan sengaja dicopot para pelaku, untuk menghilangkan jejak. (sry)
